Bekraf Targetkan Developer Lokal Kuasai 25% Pasar Game di Indonesia

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 15 326 2079054 bekraf-targetkan-developer-lokal-kuasai-25-pasar-game-di-indonesia-8QtFYjcuYg.jpeg (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang berkolaborasi dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan GGWP.ID telah menggelar Bekraf Game Prime (BGP) 2019 pada 13-14 Juli 2019. Event tahun ini mampu menarik perhatian masyarakat, yang ditandai dengan peningkatan registrasi ketimbang event tahun lalu.

Besarnya animo masyarakat beserta pesatnya pertumbuhan eSports dan game lokal di Tanah Air, Bekraf Game Prime (BGP) 2019 tampak merepresentasikan potensi game buatan pengembang dalam negeri untuk bersaing dengan game-game buatan developer asing.

Menurut data Newzoo, besarnya pasar Indonesia diprediksi akan mencapai USD1 miliar pada 2019. Sayangnya menurut Asosiasi Game Indonesia (AGI) dari 8 persen pendapatan game yang beredar di Indonesia, hanya sekira 0,4 persen yang merupakan produk dalam negeri.

Deputi Infrastruktur BEKRAF, Hari Santosa Sungkari mengatakan bahwa pihaknya ingin meningkatkan potensi developer lokal dari 0,4 persen menjadi 25 persen pada 2025.

"Sekarang ini, dengan market size USD1 miliar, peranan game developer Indonesia baru 0,4 persen. Game lokal, kita harus bangun kolaborasi tidak bisa pemerintah saja, asosiasi game, developer, komunitas, perguruan tinggi," jelasnya pada acara Bekraf Game Prime 2019.

"Kita sedang menyusun bagaimana menyiapkan, karena tidak hanya cukup dengan membesarkan game developer, ekosistem harus kita bangun," ujarnya.

 Badan ekonomi kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan GGWP.ID dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggelar Bekraf Game Prime 2019.

Baca juga: Bekraf Game Prime 2019 Tampilkan VR hingga Game Dingdong

Lebih lanjut Hari mengungkapkan, selain membesarkan game developer, juga yang perlu diperhatikan ialah talenta. Menurutnya, semua pihak juga perlu mendukung, baik dari perguruan tinggi melalui kurikulum terkait, tidak hanya sekedar coding, melainkan desain komunikasi.

Ciptakan Game yang Aman

Deputi Infrastruktur BEKRAF, Hari Santosa Sungkari juga menyebutkan bahwa untuk bisa mencapai target potensi developer lokal 25%. Maka developer lokal memiliki peluang untuk menciptakan game yang aman.

"Bagaimana developer lokal bisa mengisi, ingat, masuk ceruk pasar yang belum diisi. Banyak, bikin game untuk anak kecil. Game yang aman untuk mereka dan mendidik yang bisa dimainkan dengan ibunya dan bapaknya," tuturnya.

Sementara untuk game dewasa, bisa menciptakan game-game yang strategis, yang mengandalkan kemampuan kognitif atau berpikir, sebagaimana game Mobile Legends. "Cari ceruk pasar yang memang pasarnya besar," pungkasnya.

 Badan ekonomi kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan GGWP.ID dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggelar Bekraf Game Prime 2019.

Baca juga: Bekraf Game Prime Resmi Dibuka Mulai 13-14 Juli 2019 di Balai Kartini

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini