Ini Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total, Parsial dan Penumbral

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 12:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 56 2079980 ini-proses-terjadinya-gerhana-bulan-total-parsial-dan-penumbral-aoMsSPO1Eg.jpg Ilustrasi Gerhana Bulan (Foto: Forbes)

JAKARTA- Gerhana Bulan sebagian terjadi pada 16 dan 17 Juli dibeberapa belahan dunia. Secara umum, proses terjadinya gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada diantara Bulan dan Matahari.

Dilansir dari laman Jagranjosh, Rabu (17/7/2019) lengkapnya seperti kita ketahui bahwa bulan tidak memiliki cahayanya sendiri, ia bersinar karena permukaannya memantulkan sinar matahari. Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Akibatnya ia menghalangi sinar Matahari langsung mencapai Bulan. Itu terjadi pada bulan purnama.

Ada tiga jenis gerhana bulan yakni Gerhana Bulan Total, Gerhana Bulan Sebagian, dan Gerhana Bulan Penumbral. Gerhana Bulan Total terjadi ketika seluruh bulan melewati bayangan umbra Bumi. Pada saat ini bulan akan berwarna oranye pekat.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Baca Juga: Beberapa Perilaku Aneh Hewan Selama Gerhana

Gerhana Bulan Sebagian terjadi ketika sebagian Bulan melewati bayangan umbral Bumi. Itu tergantung pada ukuran gerhana bahwa itu akan menjadi merah tua atau warna karat, atau hanya abu-abu arang juga dapat muncul pada bagian gelap dari permukaan bulan. Juga, jenis efek visual ini dapat dilihat selama fase parsial sebelum dan sesudah gerhana bulan total.

Sementara itu, Gerhana Bulan Penumbral terjadi ketika Bulan melewati bayangan penumbral bumi. Dalam jenis gerhana ini, tidak ada permukaan bulan yang sepenuhnya dinaungi oleh umbra Bumi. Sebaliknya, redup terkecil di dekat anggota tubuh bulan yang paling dekat dengan umbra dapat dilihat. Ketika setidaknya setengah Bulan memasuki penumbra, maka kita bisa melihat Gerhana Bulan Penumbral. 

 Proses Terjadinya Gerhana Bulan

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini