Elon Musk Ciptakan Chip Hubungkan Otak Manusia dengan Komputer

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 12:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 56 2080428 elon-musk-ciptakan-chip-hubungkan-otak-manusia-dengan-komputer-mMX5HpFzhD.jpg Elon Musk Bikin Chipset yang Mampu Hubungkan Otak degan Komputer (Foto: BGR)

JAKARTA- CEO SpaceX, Elon Musk memiliki berbagai rencana dibidang teknologi. Seperti mobil listrik, perjalanan manusia ke Mars, dan banyak lagi. Tak hanya itu, Musk juga baru-baru ini mendirikan perusahaan Neuralink yang bertujuan untuk membuat teknologi yang dapat menghubungkan otak manusia dengan komputer.

Adapun tujuan utama Musk membuat ide ini yakni untuk menerapkan teknologi pada pasien yang lumpuh. Dilansir dari laman BGR, Kamis (18/7/2019) Musk menjelaskan jika pihaknya akan membuat chip yang mampu menangkap sinyak dari otak manusia. Chip tersebut juga memungkinkan komunikasi antara manusia dan mesin.

Elon Musk Buat Teknologi Chip yang Mampu Hubungkan Otak dan Komputer

Baca Juga: Elon Musk Siapkan Pesawat Angkut 100 Manusia ke Mars

Bahkan, Neuralink juga sudah memiliki cara untuk menghubungkan otak dengan mesin. Chip tersebut dikabarkan akan dirilis sekitar akhir 2020. Model awal akan membutuhkan operasi invasif yang dimaksudkan untuk menghubungkan otak dengan chip dengan bantuan benang fleksibel yang berukuran 4 hingga 6 μm lebar

Kemudian, robot bedah saraf akan memasukkan enam utas (192 elektroda) per menit. Sistem ini dapat mencakup sebanyak 3.072 elektroda per larik lebih dari 96 utas. Neuralink juga bekerja sama dengan ahli saraf di Stanford University, per The New York Times.

Meskipun teknologi tampaknya sudah siap, namun perusahaan juga harus melalui proses panjang untuk meluncurkannnya. Pasalnya, Neuralink belum melalui proses persetujuan FDA.

Di masa depan, Neuralink berharap intervensi ini akan bersifat non-invasif, dengan laser menggantikan pengeboran lubang yang sebenarnya di tengkorak. Juga, versi chip yang akan datang akan mentransmisikan data secara nirkabel, bukan melalui konektivitas USB-C.

Neuralink bekerja pada sensor N1, sebuah chip yang dapat membaca sinyal dari otak dan kemudian mengirimkan data secara nirkabel ke perangkat yang dipasang di belakang telinga. Perangkat eksternal, yang juga akan mengemas baterai, akan terhubung ke empat sensor yang ditanamkan di otak tiga di area motor dan satu di area somatosensori serta ke aplikasi iPhone.

Sementara tujuan awalnya adalah untuk memungkinkan orang lumpuh berinteraksi dengan mesin, Musk memiliki hal-hal yang lebih besar dalam pikiran untuk teknologi ini.

Baca Juga: Media Sosial Lebih Picu Depresi Ketimbang Bermain Game

Baca Juga: Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2019 Dibuka hingga Akhir Tahun

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini