Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Privasi, FaceApp Dinilai Lebih Baik Ketimbang Facebook & Google

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 21 Juli 2019 14:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 21 207 2081621 soal-privasi-faceapp-dinilai-lebih-baik-ketimbang-facebook-google-y74bYc7fR7.jpg (Foto: Android Authority)

JAKARTA - FaceApp menjadi aplikasi populer yang memungkinkan seseorang mengubah wajah menjadi lebih tua. Aplikasi ini cukup mendapatkan sorotan terkait kekhawatiran tentang privasi pengguna.

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha mengatakan ada beberapa klausul tentang kepemilikan foto yang kemudian dikaitkan dengan keamanan privasi penggunanya.

"Secara umum sebenarnya apa yang dituangkan di ketentuan FaceApp adalah hal yang biasa dan banyak dilakukan aplikasi lainnya. Seperti permintaan untuk mengakses kamera ataupun kontak penggunanya," kata Pratama melalui keterangan resminya.

Untuk itu, lanjut Pratama, pengguna harus berhati-hati dan membaca ketentuan-ketentuan yang ada secara menyeluruh sebelum menggunakan aplikasi. Tidak hanya FaceApp, juga termasuk layanan aplikasi lainnya yang akan digunakan. Namun, bagian ketentuan tersebut biasanya diabaikan pengguna dan cenderung buru-buru untuk menyetujuinya.

"Dalam konteks ini, FaceApp adalah aplikasi gratis yang tentunya membutuhkan pemasukan. Salah satunya dengan mungkin menjual foto pengguna untuk tujuan komersial. FaceApp juga sudah memberikan klarifikasi foto yang diupload ke server mereka berguna untuk proses editing. Jadi memang editingnya berada di cloud bukan di smartphone. Itu sebabnya FaceApp harus digunakan dengan koneksi internet,” terang pria kelahiran Cepu tersebut.

 FaceApp menjadi aplikasi populer yang memungkinkan seseorang mengubah wajah menjadi lebih tua.

FaceApp hanya mengirimkan foto yang akan diedit ke server mereka. Seorang peneliti siber asal Prancis, Baptiste Robert telah mengecek kemanan "larinya" foto-foto yang diupload ke FaceApp. Semua foto dikirim ke server FaceApp. Server tersebut bukan di Rusia, melainkan di data

center milik Amazon. Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran terhadap penggunaan FaceApp.

Bahkan FaceApp memberikan fitur khusus bila penggunanya ingin fotonya dihapus permanen dari servernya. FaceApp sendiri selalu menghapus foto setelah 48 jam. Tentunya untuk mengurangi beban data centernya.

Menurutnya, FaceApp juga tidak mengambil foto yang ada di smartphone pengguna, seperti isu yang santer diberitakan.

"Secara sekilas sebenarnya FB, IG, Google jauh lebih berbahaya bagi privasi kita dibandingkan FaceApp, paling ramai kasus cambridge analytica. Namun untuk meminimalisir potensi bahanya, sebaiknya orang-orang penting tidak menggunakan aplikasi ini," jelas Pratama.

Seperti halnya di beberapa negara terdapat himbauan khusus kepada para pejabat atau anggota militer untuk tidak menggunakan media sosial dan aplikasi serupa. Bahkan banyak instansi pemerintah terkait pertahanan yang smartphonenya tidak dilengkapi kamera sama sekali.

“Hikmah dari peristiwa ini adalah masyarakat jadi mulai mengikuti isu keamanan data pribadi. Bahwa sebenarnya memakai smartphone juga berarti mengekspos privasi kita,” jelasnya.

 FaceApp menjadi aplikasi populer yang memungkinkan seseorang mengubah wajah menjadi lebih tua.

Baca juga: Nokia Bakal Bikin Feature Phone Berbasis OS Android?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini