Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiga Lapis Tindakan, Cara Kominfo Tangani Penyebaran Hoaks

Rabu 24 Juli 2019 11:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 207 2082905 tiga-lapis-tindakan-cara-kominfo-tangani-penyebaran-hoaks-IzXduXGBRj.jpg ilustrasi hoaks

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan Kementerian Kominfo sudah melakukan tiga lapis tindakan untuk memerangi penyebaran hoaks di dunia siber.

Lapisan pertama atau biasa disebut dengan upstream adalah literasi digital, lapisan kedua atau biasa disebut dengan midstream adalah pemutusan akses atau pemblokiran dan tindakan paling bawah atau disebut downstream dengan penegakan hukum oleh aparat kepolisian.

Menurut Rudiantara seluruh langkah serta tindakan itu sesuai perundang-undangan yang berlaku seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca Juga : Tiga Langkah Pemerintah Cegah Penyebaran Berita Hoaks

“Kominfo support aparat penegak hukum yang bertindak seperti POLRI, itu semua berdasarkan UU ITE. Kalau ini banyak dilakukan juga ini banyak yang kapok nantinya,” ujar Rudiantara seperti dikutip dalam laman Kominfo, Rabu (24/7/2019).

Menteri Kominfo menyebut kuantitas penyebaran hoaks semakin bertambah jelang pilpres lalu. 23 persen dari hoaks yang sudah tersebar berkaitan dengan politik dan mayoritas berkaitan dengan Pemilu Serentak 2019.

“Bulan Januari 2019 meningkat ada 175 hoaks, bulan Februari 353 hoaks ya dan di antaranya 23% berkaitan dengan politik dan mayoritas adalah tentang Pemilu,” ujar Menteri Rudiantara.

Baca Juga : Ini Kata Kominfo Soal Pembatasan Media Sosial saat Sidang MK

Untuk menangkal hoaks, Kementerian Kominfo tidak bisa bekerja sendiri. Seperti pada masa menjelang pemilu 2019 yang lalu pun Kementerian Kominfo sudah bekerjasama dengan Bawaslu dan KPU melalui MoU maupun PKS.

“Upaya bagaimana meng-adress hoaks ini harus rame-rame tidak bisa kominfo saja. Kita sudah ada MoU dan PKS dengan KPU dan Bawaslu,” kata Rudiantara. Menteri Kominfo menyatakan upaya klarifikasi hoaks bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, Kementerian Kominfo harus menggunakan sumber yang valid dan sangat akurat.

Baca Juga : Kominfo: Pembatasan Media Sosial Dilakukan Bila Terjadi Peningkatan Hoaks

“Jadi Kominfo tidak akan pernah mengecap hoaks kalau kita tidak bisa memvalidasinya. Jadi nanti dikasih tahu, ini loh yang hoaks, ini loh yang benarnya,” tandas Rudiantara.

Berdasarkan pantauan Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi dan Informatika, penyebaran hoaks paling masif dikatakan melalui platform sosial media Whatsapp. Hoaks yang disebar, pada umumnya, didahului dengan pembuatan akun palsu di media sosial selain Whatsapp.

Baca Juga : Kominfo: Ada 30 Berita Hoaks Terkait Aksi 21-22 Mei

Lalu pelakunya menangkap layar serta menyebarkannya melalui platform Whatsapp. Setelah itu, akun palsu tersebut pun dihapus atau akunnya dimatikan untuk menghapus jejak digital konten negatif. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini