Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo: Gerakan Smart City Harus Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Rabu 24 Juli 2019 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 24 207 2083004 menkominfo-gerakan-smart-city-harus-tingkatkan-taraf-hidup-masyarakat-OEr7O6JtDd.jpg Ilustrasi Smart City / Shutterstock

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut Gerakan Smart City atau Kota Cerdas di sejumlah daerah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pasalnya, Smart City mampu mengakselerasi peningkatan kualitas program layanan publik.

Demikian disampaikan Menteri Rudiantara usai menghadiri Indonesia Internasional Smart City Forum 2019 di JCC Senayan. Menurut Rudiantara, kesuksesan implementasi Smart City sejatinya dilandasi ikhtiar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi membangun Smart City itu, bukan hanya membeli teknologi, bukan membeli komputer, bukan membeli software, bukan hanya membeli CCTV. Tapi, bagaimana pemerintah daerah memperbaiki layanan publik,” kata Menteri Rudiantara, Rabu (17/7/2019).

Menteri Rudiantara menjelaskan, Program Smart City ini dilakukan melalui proses yang baru sebagai cara untuk melayani masyarakat. Dengan begitu baru akan tahun teknologi apa yang sesuai untuk digunakan pemerintah daerah.

“Jadi harus dilakukan pemetaannya terlebih dahulu, baru dicari teknologi yang cocok apa. Bukan beli komputer terus nanti dipakai apa yaa komputernya. Itu jangan, pendekatannya harus dari proses yang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menteri Rudiantara memaparkan, Program Smart City ditargetkan sebanyak 100 kota dan kabupaten. Pada tahun 2019 ini telah bertambah 25 kota dan kabupaten. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, program tersebut telah menjangkau 75 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Baca Juga : Smart City, Smart Building dan Pemindahan Ibu Kota di Era Revolusi Industri 4.0 (1)

“Kenapa tadi baru 100 (Smart City), karena ada beberapa kriteria, seperti kita harus lihat kemampuan fiskalnya atau ruang fiskalnya. Kalau ada Pemda yang APBD nya mayoritas dipakai belanja rutin, ya agak berat lah untuk menjadi Smart City, bukan tidak bisa tapi perlu waktu yang lebih lama,” imbuhnya

Selain dari sisi fiskal, salah satu kriteria lain untuk menjadi Smart City adalah dilihat dari Indeks Kota Hijau melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), maupun kriteria dari Kementerian lain yang terlibat dalam membangun Smart City. (ABD)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini