60 Purwarupa Skala Lab dan Laik Industri Dipamerkan di ITD Expo 2019

Senin 29 Juli 2019 11:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 29 56 2084847 60-purwarupa-skala-lab-dan-laik-industri-dipamerkan-di-itd-expo-2019-9yiUgNoZ7y.jpg Salah satu purwarupa yang dipamerkan di ITD Expo / Foto : Youtube

Industrial Technology Development (ITD) Expo Tahun 2019 yang diselenggarakan Lippo Puri Mall, Jakarta Barat berlangsung lancar dan mariah. Sebanyak 60 purwarupa skala lab dan purwarupa laik industri yang didanai Program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) dan Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) dipamerkan di acara yang berlangsung 24-25 Juli dan diselenggarakan atas kerjasama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH).

“Semoga pameran ITD Expo ini dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah dalam mendukung kegiatan penelitian, dapat memberikan informasi teknologi hasil penelitian yang memiliki potensi manfaat dan ekonomi bagi masyarakat, serta meningkatkan budaya riset yang baik dan terkoordinasi, sehingga dapat menciptakan inovasi–inovasi yang dapat diimplementasikan dan dipasarkan di dunia industri nasional maupun internasional,” ujar Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati saat konferensi pers penyelenggaraan ITD Expo Tahun 2019 di Mall Lippo Puri, Jakarta Barat, Rabu (24/7) sore.

Dimyati menjelaskan bahwa Perkembangan peradaban suatu bangsa dan negara dapat dilihat salah satunya dari hasil risetnya, karena memiliki peran yang penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Modal dasar untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah melalui peningkatan kemampuan iptek dan inovasi yang terwujud dalam riset. Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari besarnya kontribusi iptek dalam penguatan perekonomian yang ditunjukkan oleh banyaknya adopsi teknologi hasil riset oleh industri dan masyarakat.

“Pada tahun 2018, Indonesia mampu mengalahkan Singapura dan berhasil menduduki peringkat kedua di bawah Malaysia, setelah sebelumnya menduduki peringkat ketiga dalam jumlah publikasi internasional diantara negara ASEAN lainnya. Jika kita mampu menunjukkan keunggulan di bidang publikasi regional ASEAN, maka pekerjaan rumah yang lebih berat selanjutnya adalah menuju implementasi hasil penelitian, hingga dapat dikomersialkan di dunia industri.” Papar Dimyati.

Dengan adanya hilirisasi hasil teknologi menuju komersialisasi, maka kata Dimyati akan menghasilkan banyak manfaat yang dapat dirasakan. Diantaranya adalah adanya produk-produk baru yang muncul. Produk-produk baru inilah yang nantinya akan meningkatkan produktivitas industri dan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang lebih bernilai tambah tinggi sebagai dasar dari fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.

Untuk mendukung implementasi menuju hilirisasi tersebut, Kemenristekdikti menyediakan instrumen kebijakan pendanaan riset yaitu INSINAS DAN PPTI. INSINAS merupakan bantuan pendanaan riset yang diselenggarakan untuk penguatan Sistem Inovasi Nasional melalui peningkatan sinergi, produktivitas, dan optimalisasi sumberdaya litbang nasional. Sedangkan PPTI merupakan program yang ditujukan untuk meningkatkan relevansi dan produktivitas litbang untuk memenuhi kebutuhan teknologi di industri. Melalui pengembangan teknologi maka akan terciptanya produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

“Banyak yang telah dihasilkan oleh PPTI dan Insinas berupa purwarupa desain laik industri yang telah teruji di lingkungan sebenarnya dan sebagian telah terkomersialisasikan. Purwarupa desain laik industri yang dihasilkan dari PPTI selama tahun 2016-2018 sebanyak 158 buah. Sedangkan untuk purwarupa skala lab yang dihasilkan dari program INSINAS dari tahun 2015-2018 adalah sebanyak 574 buah,” tutupnya.

Selain pameran, ITD Expo Tahun 2019 juga menyelenggarakan talkshow dari 7 pembicara, antara lain Beno Kunto Pradekso (CEO PT. Solusi 247), Djoko Kuswanto (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Yenny Meliana (Peneliti Puslit Kimia LIPI), Muhammad Yukka Harlanda (CEO PT. Brodo Ganesha Indonesia), Sigit Puspito Wigati Jarot (Ketua Indonesia 5G Forum), Suhono Harso Supangkat (Institut Teknologi Bandung), Yusep Rosmansyah (Institut Teknologi Bandung), Petra Wahjoepramono (Universitas Pelita Harapan), dan Tian Belawati (Universitas Terbuka).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini