Tongkat Pintar Bersensor Ultrasonik Dilengkapi Earphone dan GPS Buatan Mahasiswa UNY

Senin 29 Juli 2019 17:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 29 56 2085077 tongkat-pintar-bersensor-ultrasonik-dilengkapi-earphone-dan-gps-buatan-mahasiswa-uny-f0Ve4V2oVM.jpg Tongkat pintar yang digagas tim mahasiswa UNY dilengkapi sensor ultrasonik, earphone, dan GPS. : Dok. UNY

Tongkat sebagai alat bantu mobilitas bagi penyandang tunanetra menjadi pilihan pertama di Indonesia. Namun, terdapat beberapa hambatan di balik penggunaan tongkat. Misalnya, penyandang tunanetra biasanya kebingungan beraktivitas di tempat baru, apalagi jika terjadi hujan. Oleh sebab itu, penyandang tunanetra tetap membutuhkan pendamping awas, meskipun sudah menggunakan tongkat.

Karena itulah, sekelompok mahasiswa UNY, terdiri dari Nur Milati (Pendidikan Teknik Mekatronika), Wahyuni Amilya (Pendidikan Luar Biasa), dan Raden Budi Santoso (Teknik Elektro) mengembangkan inovasi tongkat pintar untuk memudahkan mobilitas penyandang tunanetra.

Tongkat pintar yang digagas tim mahasiswa UNY tersebut dilengkapi dengan sensor ultrasonik, penyuara telinga (earphone), serta GPS untuk memudahkan penggunanya dalam mengenali lokasi. Kelebihan yang ditawarkan adalah dengan menyamarkan kebisingan hujan sehingga penyandang tunanetra menjadi mandiri dalam melakukan mobilitas dalam keadaan dan kondisi yang lebih luas.

Wahyuni Amilya menyatakan bahwa motivasi mereka mengembangkan tongkat pintar adalah untuk memecahkan masalah bagi penyandang disabilitas. “Selama ini, penyandang tunanetra tidak bisa melakukan mobilitas sendiri jika turun hujan. Tongkat pintar yang kami kembangkan menawarkan solusi bagi hal tersebut,” ujar Wahyuni seperti dikutip dari laman Ristekdikti, Senin (29/7/2019).

Tongkat pintar yang dikembangkan diberi nama Instisblind (Intelegent Stick for Blind). Karena keunikan gagasannya, pengembangan Instisblind mendapat suntikan dana dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Instiblind didesain dalam bentuk tongkat lipat, yang berfungsi fleksibel sehingga mudah dibawa kemana-mana.

“Harapannya, Instiblind dapat bermanfaat dan bisa membantu kemandirian serta mobilitas penyandang tunanetra ketika hujan,” tutup Wahyuni. (Muhammad Abdul Hadi/JK)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini