Temuan Baru, Obat Luka dari Lendir Belut dan Kulit Pisang

Rabu 31 Juli 2019 16:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 31 56 2085980 temuan-baru-obat-luka-dari-lendir-belut-dan-kulit-pisang-XaBttsb6lj.jpg Lendir belut bisa dimanfaatkan untuk obat luka

Satu inovasi yang datang dari lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor berupa krim penyembuh luka dengan memanfaatkan lendir belut dan kulit pisang. Temuan ini diberi nama Blutadine. Para mahasiswa ini antara lain Futiha Hikmatul Husna, Neng Sinta Noveria Aska, Eka Apriyanti Safitri, Olin Aulia Yunia dan Muhammad Surya Fadhlurrohman. Mereka dibimbing oleh Dr. Laksmi Ambarsari, M.Si. Inovasi ini masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

Dari penelitian sebelumnya diketahui lendir belut memiliki khasiat menyembuhkan luka. Kandungan glikoprotein, lektin, hemaglutinin dan hemolysin pada lendir belut memiliki peran sebagai angiogenesis dan sebagai faktor antimikroba sehingga efektif sebagai penyembuh luka.

Baca Juga : Mahasiswa Unpad Sulap Tandan Kelapa Sawit Jadi Kain Tenun

Sedangkan kulit pisang memiliki kandungan zat aktif sebagai antibakteri, sehingga mampu mematikan bakteri di sekitar area luka. Flavonoid dan senyawa fenolik merupakan senyawa bioaktif yang menunjukkan berbagai aktivitas yang berguna, seperti antioksidan, antidermatosis, kemopreventif, antikanker, maupun antiviral.

“Potensi lendir belut dan kulit pisang sebagai penyembuh luka sangat besar namun optimalisasinya hingga sekarang sangat minim. Karena itu, diperlukan pemanfaatan kandungan antimikroba dan potensi penyembuh luka pada limbah lendir belut dan kulit pisang. “Blutadine” merupakan produk krim dari ekstrak lendir belut dan kulit pisang sebagai alternatif penyembuh dan penghilang bekas luka yang aman, efektif, dan ekonomis,” tutur ketua PKM K Blutadine, Futiha Hikmatul Husna seperti dikutip dari laman IPB, Rabu (31/7/2019).

Yang mereka harapkan dari kegiatan ini adalah terciptanya suatu produk obat penyembuh dan penghilang bekas luka dari pemanfaatan limbah lendir belut dan kulit pisang, menyediakan alternatif obat kulit yang terjangkau, memperluas daerah produksi dan pemasaran, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran.

Manfaat kegiatan ini, menurut Futiha untuk mendapatkan profit dari penjualan, masyarakat umum mudah mendapatkan barang dengan harga terjangkau, terwujudnya pemanfaatan limbah sebagai obat herbal yang bermanfaat dan membantu program pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menjaga kesehatan kulit.

Baca Juga : Tekanan Polisi Tidur Bisa Diubah Jadi Tenaga Listrik

Ada beberapa keunggulan temuan ini, yaitu penggunaan bahan organik lendir belut dan kulit pisang dengan efektivitas sebagai solusi penyembuh luka. Selain itu, lendir belut memiliki kemampuan antiseptik dan beberapa kandungan dari lendir belut yang berfungsi sebagai antimikroba serta efektif untuk penyembuhan luka.

Baca Juga : Pahitnya Mahoni Berubah Jadi Detergen Cair

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini