Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

18 Karya Terbaik Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi Wakili Indonesia di ASEAN ICT Awards 2019

Kamis 01 Agustus 2019 11:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 207 2086278 18-karya-terbaik-produk-teknologi-informasi-dan-komunikasi-wakili-indonesia-di-asean-ict-awards-2019-bycc0cxuhm.jpg Dirjen Aptika Semuel A. Pangerapan di acara Apresiasi Karya Terpilih idenTIK 2019 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (23/7/2019)

Panitia Seleksi Nasional telah menentukan 18 Peserta Produk TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau Indonesia Entrepreneur TIK (idenTIK 2019). Mereka bakal mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN ICT Awards (AICTA) 2019 di Laos pada November mendatang.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Program idenTIK 2019 dari Ditjen Aptika ini merupakan rangkaian dari program besar yakni, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

“Ini (idenTIK 2019) adalah rangkaian program yang kita lakukan di Kominfo. Ini sebenarnya nanti akan menjadi program besarnya diadopsi oleh 1000 Startup," ungkap Dirjen Semuel dalam acara Apresiasi Karya Terpilih idenTIK 2019 di Ruang Serbaguna, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Selasa (23/7/2019).

Berbicara soal peluang Startup di Indonesia, Semuel memaparkan perkembangan Startup saat ini semakin banyak diminati masyarakat. Belum lagi melihat dari sisi kualitas produk yang tidak kalah saing dengan negara lain.

Dirjen Aptika mengajak para pelaku startup untuk melihat hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat dan memberikan solusinya melalui pemanfaatan teknologi. "Coba kita lihat sekeliling kita, apa yang harus kita perbaiki dengan teknologi, " kata Semuel 

Menurutnya startup yang mampu menghasilkan karya yang dibutuhkan oleh banyak masyarakat dapat meraih kesuksesan di masa mendatang. "Cari masalah-masalah yang dihadapi banyak orang, cari solusinya, buat karyanya, itu akan menjadi produk yang sangat bisa diterima," katanya.

Dirjen Aptika juga mengajak pegiat Startup digital agar terus berinovasi, mencari berbagai macam solusi yang dihadapi masyarakat. Dengan begitu, proses panjang rintisan Startup diyakini akan menjadi perusahaan besar. 

"Apabila produk kita itu membuat satu solusi yang dihadapi banyak orang, makin besar peluang kita menjadi perusahaan besar. Jadi cari masalah-masalah yang dihadapi banyak orang, cari sousinya, buat karyanya," tandasnya.

Menurut Dirjen Semuel, peserta idenTIK 2019 sama-sama punya visi mempunyai mengembangkan Startup di Indonesia.  Semuel juga menuturkan bahwa komitmen pemerintah untuk menambah Unicorn baru karya anak bangsa harus terus didorong. Salah satu caranya melalui idenTIK 2019 ini. 

"Di era digital ini tidak terbatas, semua itu harus dimulai dari mimpi. Mimpi itu harus punya solusinya, solusi itu menjadikan karya. Ini yang harus ditanamkan," ungkapnya.

Menurut Dirjen Aptika, Kementerian Kominfo memiliki program 1000 startup yang nantinya akan memberikan bimbingan kepada para startup yang karyanya menjadi pemenang dalam idenTIK 2019. Bahkan, Kementerian Kominfo tengah berusaha agar pemerintah dapat memberikan bantuan pendanaan dan fasilitas bagi startup-startup yang baru muncul agar bisa terus berkembang. "Ide itu harus tetap jalan dan tidak boleh terhenti karena pendanaan," katanya.

Seleksi Nasional Produk TIK idenTIK 2019 yang diluncurkan pada April 2019 lalu itu diikuti oleh 196 produk dalam 6 kategori yang mengikuti lomba. Acara seleksi berlangsung di sejumlah kota antara lain Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya dan Denpasar. Dirjen Semuel mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi seluruh peserta.  "Terima kasih sudah berpartisipasi mewujudkan impian Indonesia. Dengan seribu mimpi, seribu solusi, seribu karya untuk satu Indonesia Raya," kata Semuel.  

Ini Pemenang Tiap Kategori

Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika, Slamet Santoso menjelaskan bahwa kompetisi idenTIK 2019 telah berlangsung sejak April 2019 dan diikuti oleh 196 karya. Karya-karya tersebut berasal dari beberapa kategori yaitu Private Sector, Digital Content, Research and Development, Public Sector, Startup Company, dan Corporate Social Responsibility.

Menurut Slamet, ada tiga pemenang teratas dalam setiap kategori akan diikutkan dalam kompetisi tingkat Asean yaitu Asean ACT Awards (AICTA) di Laos pada bulan November 2019. "Di kategorinya masing-masing 3 yang akan nanti kita ikutkan ikut kita daftarkan di program AICTA," kata Slamet.

Selain itu 5 pemenang teratas dalam setiap kategori juga akan dimasukkan dalam repository HubDigital.id agar dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. "Setiap kategori kita pilih 5 itu kita masukkan dalam repository," katanya.

Plt. Direktur Slamet, mengharapkan dalam 5-10 tahun ke depan para pemenang dalam kompetisi ini dapat menjadi pendukung tumbuhnya ekosistem digital di Indonesia. Adapun 18 kandidat yang akan diikutkan dalam AICTA 2019, antara lain:

  • Private Sector : Wakuliner, Nusatracking, W House Indonesia;
  • Digital Content : Tanah Airku, SlabGames, Desainco;
  • Research and Development : AgriTronz, ATM Sehat, AIS Digital Scoring;
  • Public Sector : Go-PLOONG, Siskia Pro Cantik, Sidekem;
  • Startup Company : Sayurbox, GoPrint, Lyfe;
  • Corporate Social Responsibilty : Tulibot, Darah Kita, Gestur Linguistik.

Dalam acara ini diberikan hadiah dan penghargaan kepada 3 pemenang teratas dalam setiap kategori. Para pemenang idenTIK 2019 dalam setiap kategori adalah Wakuliner (Private Sector), Tanah Airku (Digital Content), AgriTronz (Research and Development), Go-PLOONG (Public Sector), Sayurbox (Startup Company), dan Tulibot (Corporate Social Responsibility). 

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini