Penjualan Ponsel Huawei, Xiaomi dan Vivo Meningkat di Q2 2019

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 14:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 02 57 2086821 penjualan-ponsel-huawei-xiaomi-dan-vivo-meningkat-di-q2-2019-ENaQMEcCIg.jpg Ilustrasi Smartphone Huawei dan Xiaomi (Foto: Tech Advisor)

JAKARTA- Secara global penjualan smartphone turun menjadi 360 juta pada kuartal kedua 2019. Perkiraan turun yakni 1,2 persen atau 4,3 juta perangkat dari kuartal yang sama pada 2018.

Meskipun demikian pabrikan China seperti Huawei, Xiaomi, dan Vivo malah naik penjualannya. Meskipun diserang Perang Dagang dengan AS dan pembatasan pasar di AS, Huawei meningkat sekira 4,6 persen. Sementara itu, Xiaomi meningkat 0,9 persen dan Vivo naik 2,1 persen.

"Pemasaran berat, penyegaran portofolio lebih cepat, perangkat spek tinggi dengan harga agresif, dan kehadiran multi-saluran adalah beberapa alasan utama mengapa merek China bernasib lebih baik daripada OEM lokal dan global," kata Varun Mishra, Analis Riset di Counterpoint Research, seperti dilansir dari laman Forbes, Jumat (2/8/2019).

Menurut Mishra beberapa merek tersebut telah berkembang secara agrasif di luar pasa China. Kemudian, mencapai pertumbuhan yang mengimbangi kejenuhan di pasar dalam negeri mereka.

"Strategi dan portofolio produk mereka lebih selaras dengan kebutuhan dan preferensi lokal, yang merupakan salah satu kekuatan utama mereka," ungkap Mishra.

 Penjualan Huawei, Xiaomi, dan Vivo Meningkat di Q2 2019

Baca Juga: SAFEnet Ungkap Tiga Jenis Pelanggaran Privasi Terkait Data Pribadi

Lebih lanjut, produsen smartphone asal Korea Samsung telah tumbuh paling besar. Samsung sukses menjual 76,6 juta smartphone pada kuartal 2 tahun ini.

Samsung naik 7,1%, angka yang bagus untuk seperlima pasar ponsel pintar global, berkat peluncuran beberapa produk dan perangkat yang lebih murah dari USD300 atau Rp4,2 jutaan.

Sementara itu perang dagang AS-Cina masih dapat mempengaruhi kinerja Huawei, menurut analis Counterpoint Tarun Pathak. Dan itu mungkin sesuatu yang dapat dieksploitasi oleh Samsung untuk tumbuh lebih banyak lagi.

"Di kuartal mendatang, Huawei kemungkinan akan menjadi agresif di pasar dalam negeri dan mencatat beberapa pertumbuhan di sana, tetapi itu tidak akan cukup untuk mengimbangi penurunan pengiriman di luar negeri," kata Pathak.

"Namun, kesenjangan yang dibuat di pasar oleh Huawei memberi peluang bagi OEM lain, terutama Samsung, untuk memanfaatkan," imbuh Pathak.

 Penjualan Huawei, Xiaomi, dan Vivo Meningkat di Q2 2019

 Baca Juga: Ketua ICSF Imbau Masyarakat Waspada dalam Menggunakan Smartphone

 Baca Juga: Terungkap Bermacam Modus Pelaku Curi Data Pribadi NIK dan KK

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini