Menkominfo : Urusan Esports, Pemerintah sebagai Fasilitator Bukan Regulator

Selasa 06 Agustus 2019 16:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 06 326 2088489 menkominfo-urusan-esports-pemerintah-sebagai-fasilitator-bukan-regulator-crUVrkkBRw.jpg Menkominfo Rudiantara di antara para pegiat esports. Foto : Dok. Kominfo

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara terus memberikan dukungan untuk olahraga eSport di tanah air melalui beragam instrumen. Salah satunya mendukung penyelenggaraan The International 9th Gamers Land Party (GLP) 2019 yang akan digelar di Surabaya pada 24 dan 25 Agustus 2019.

Menteri Rudiantara memastikan akan hadir untuk menyampaikan keynote speech kepada ribuan pengunjung yang akan menghadiri gelaran di Jatim Expo Surabaya itu. Dukungan Menteri Kominfo tersebut disampaikan saat menerima audiensi Panitia The International 9th di Gamers Land Party (GLP) 2019 di Kantor Kementerian Kominfo, Senin (5/8/2019).

Baca Juga : Regulasi Game dan Esports Masih Digodok Lintas Kementerian

Menurut Menteri Rudiantara, esports bukan sekadar permainan, tapi sudah menjadi ajang professional. “Ini peluang bagi Indonesia, tidak hanya untuk mengembangkan game lokal tapi menjadi wadah bagi anak muda kita mengukir prestasi esports di level internasional,” ungkap Rudiantara.

Baca Juga : Unipin SEACA 2019 Pertandingkan Game Esports PUBG Mobile hingga Dota 2

Lebih lanjut Menteri Rudiantara menyampaikan bahwa dalam urusan games dan esports, peran pemerintah lebih sebagai fasilitator dan akselerator, bukan sebagai regulator.

“Satu-satunya regulasi yang diterbitkan Kemkominfo terkait games hanyalah Peraturan Menteri No 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Umum Permainan Interkatif Elektronik. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah ingin industri games dan esports ini berkembang lebih cepat.

Baca Juga : Ini Alasan Acer Gencar Rilis Laptop Gaming di Indonesia

Direktur Pengembangan Bisnis PT Electronic Sports Indonesia (ESID), Christian Suryadi, sebagai penyelenggara acara yang hadir bersama 4 (empat) anggota timnya menyampaikan bahwa Esports muncul sebagai salah satu fenomena digital dengan game sebagai daya pikatnya.

”Yang menarik dari esports ialah mayoritas game yang dipertandingkan membutuhkan kerjasama dan kolaborasi berbagai karakter dengan sebuah tujuan dan objektif yang sama yaitu juara, “ ujar Christian yang telah 13 tahun berkecimpung di dunia esports Indonesia dan Asia Tenggara.

Christian menambahkan, Games Land Party 2019 adalah event yang diadakan sebagai wadah berkumpulnya paragames dari berbagai platform sekaligus untuk menunjukkan bahwa esports adalah salah satu industry baru baru yang berkembang dengan pesat baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

“Ajang ini kami hadirkan untuk memberikan wadah bagi pelanggan yang mencintai game dan esports serta sebagai salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia,” papar Christian.

Baca Juga : Tips Jadi Atlet Esport ala Richard Permana Team NXL

Berdasarkan laporan yang dirilis Newzoo, Indonesia menjadi salah satu pasar video game terbesar di Asia Pasifik, dengan angka mencapai US$941 juta (sekitar Rp13 triliun). Melihat angka tersebut, bukan hal mengherankan apabila industri esports juga ikut berkembang pesat. 

Esports adalah permainan video game yang bersifat kompetitif. Apabila sebelumnya esports identik dengan game untuk PC dan konsol, kini telah menjamah ranah game mobile.

Christian menambahkan Gamers Land Party (GLP) 2019 akan diikuti lebih dari 10.000 pengunjung dan menjadikan ajang ini sebagai kopi darat semua komunitas gamers terbesar yang diadakan di Indonesia tahun ini.

Baca Juga : Gaji Pemain Esports Profesional Capai 8 Digit, Berminat?

“Melalui Gamers Land Party, di samping berkompetisi kami ingin para gamers di Indonesia saling berinteraksi dan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang eSports, ”pungkas Christian.

Baca Juga : EVOS Esport Asal Palembang Juarai Kompetisi PUBG Mobile Nasional 'PINC 2019'

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini