Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Sembarangan, Ini Cara Onic Esports Temukan Pemain Esports Profesional

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 18:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 06 326 2088532 tidak-sembarangan-ini-cara-onic-esports-temukan-pemain-esports-profesional-SZ5kpeIIY9.jpg Managing Director Onic Esports Chandra Wijaya (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Industri olahraga elektronik atau esport tengah meningkat beberapa waktu belakangan ini. Di Indonesia pun tak ketinggalan, banyak turnamen nasional diselenggarakan seperti Mobile Legends Pro League, PUBG Mobile Club Open, dan Piala Presiden.

Tak hanya turnamen saja, tim profesional esport juga mulai banyak bermunculan saat ini. Tim-tim tersebut memiliki anggota-anggota yang memiliki kemampuan di bidang game seperti Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, AOV, dan banyak lagi.

Onic Esports yang dibentuk pada 2018, saat ini telah memiliki tiga tim esport dan sekira 20 pro player (pemain profesional).

Untuk mendapatkan beberapa pemain profesional, Managing Director Onic Esports Chandra Wijaya mengatakan jika pihaknya telah menemukan talenta-talenta baru di turnamen kecil.

"Ada tim scaling yang selalu hadir di turnamen-turnamen kecil, player mana yang punya potensi. Dalam hal menjadi pemain profesional ini tidak hanya dilihat bagaimana mereka bermain game, namun juga spirit (semangat), mentalitas saat off air event, dan banyak lagi," katanya.

Oleh karena itu beberapa pemain Onic Esports ada juga yang berasal dari luar Jakarta. Chandra juga mengatakan jika membawa beberapa pemain dari daerah itu tidak mudah. Pasalnya, timnya juga harus meyakinkan orangtua pemain dan memberikan beberapa fasilitas memadai untuk para pemain.

Onic Esport akan turut berpartisipasi dalam turnamen Mobile Legends Pro League (MPL) Season 4

Baca juga: Game PUBG Mobile Lite Resmi Hadir untuk Pasar Indonesia

Onic Esport sendiri memiliki asrama yang dinamai Game House, di sini pemain profesional Onic Esport juga diberi pelatihan-pelatihan di luar game seperti latihan fisik. Selain itu, nutrisi setiap pemain juga perlu diperhatikan.

"Dari pagi jam 9 biasanya untuk olahraga dan kita panggil seorang trainer ke Game House tentunya untuk olahraga selama dua jam. Goal setiap pemain memang beda-beda ada yang ingin menurunkan lemak dan ada tidak. Pastinya ingin seimbang dengan istirahat yang cukup, sehingga saraf motorik ini bekerja lebih baik. Kita tidak mau tidur kurang dan tidak pernah olahraga, itu secara tidak langsung akan mempengaruhi performa," kata dia.

Lebih lanjut, Chandra juga mengatakan jika pastinya ada kesulitan untuk mengatur anak-anak yang rata-rata berumur belasan tahun untuk dituntut disiplin dan profesional.

"Kesulitan pasti ada. Jadi kita kerap menerapkan reward, yang punya disiplin tinggi pasti akan ada reward, harus balance. Saat anak tidak disiplin pasti ada sanksi. Setiap anak motivasinya beda-beda, ada yang secara pribadi memang tidak mau dihukum, ada yang demi teman-temannya," kata dia.

 Onic Esport akan turut berpartisipasi dalam turnamen Mobile Legends Pro League (MPL) Season 4

Baca juga: Menkominfo : Urusan Esports, Pemerintah sebagai Fasilitator Bukan Regulator

Lebih lanjut, Chandra juga mengatakan jika pihaknya ingin membangun tim yang memiliki leadership yang baik dan aturan yang baik.

"Salah satu kunci untuk membentuk satu tim itu, kemampuan bermain itu bukan yang sangat utama tapi chemistry di antara pemain itu," imbuh dia.

Meskipun, tim profesional Onic Esport saat ini didominasi oleh pemain dengan usia 16 hingga 20-an tahun, mereka telah mendapatkan penghasilan. Sayangnya untuk angka Chandra tak bisa menyebutkannya.

"Penghasilan mereka saat ini, saya tidak bisa membicarakan angkanya. Akan tetapi ada juga yang bisa sampai meyekolahkan adik-adiknya. Memang ada beberapa sistem, ada gaji bulanan dan ada juga sistem-sistem lainnya," kata dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini