Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Dilarang Ibu Jadi Gamer Pro, Ini Kisah Psychoo Onic Esports

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 11:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 07 326 2088783 sempat-dilarang-ibu-jadi-gamer-pro-ini-kisah-psychoo-onic-esports-GmEO08Wo8k.jpeg Psychoo Onic Esports (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Onic Esports menjadi salah satu tim profesional yang gaungnya mungkin sudah banyak terdengar. Pasalnya tim tersebut kerap kali mendapatkan gelar juara pada cabang game Mobile Legends seperti pada Mobile Legends Pro League Season 3 dan Mobile Legend Southeast Asia Cup 2019.

Kemenangan ini pun tidak luput dari perjuangan ke-enam (dengan pemain baru) tim Mobile Legends Onic Esport yakni Udil, Sasa, Drian, Psychoo, Antimage, dan Trust.

Okezone pun berkesempatan untuk menemui salah satu pemain yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, Tegun Iman Firdaus yang memiliki nama panggilan Psychoo.

 Cerita Psychoo Onic Esports Jadi Gamer Profesional

Baca Juga: Ini Persiapan Onic Esports Hadapi Mobile Legends Pro League Season 4

Psychoo merantau ke Jakarta setelah dirinya ditawari menjadi pemain oleh tim Onic Esports. Hal tersebut dikatakan olehnya tidak mudah, pasalnya ibunya tidak setuju.

"Jadi awalnya aku diundang Onic Esports yang mau bikin tim Mobile Legends, sama Udil dan Sasa juga diundang. Awalnya tidak diizinkan, karena memang kan orangtua belum tahu soal eSport itu seperti apa awalnya," kata Psycoo kepada Okezone.

Meskipun demikian, akhirnya tim Onic Esports pun meminta izin langsung kepada orangtuanya untuk membawa dan akan diberi pendidikan di Jakarta.

Psychoo pun menuturkan jika game tampaknya sudah menjadi jalan hidupnya, ia sudah menggeluti dunia game sejak kelas dua Sekolah Dasar (SD).

Cerita Psychoo Onic Esports Jadi Gamer Profesional

"Saat aku kelas dua SD bapak meninggal dan saat itu bapak hanya meninggalkan Play Station 2 (PS 2) untuk hidup aku, ibu dan adik-adik. Jadi dulu sambil jaga rental PS 2 sambil bermain, jadi sekarang udah jadi hobi sampai sekarang," kata dia.

Remaja 19 tahun tersebut pun mengungkapkan, meskipun saat ini bisa hidup dengan menjadi pemain esports, ia masih selalu ingin bertemu dengan keluarga di Pontianak.

"Dukanya itu memang selalu jauh dari keluarga, paling senang memang Alhamdulillah kalau juara saat turnamen," kata Psychoo.

Baca Juga: Bikin Sekolah Esports, Onic: Butuh Kurikulum hingga Dukungan Pemerintah

Untuk urusan pendidikan, saat ini Psychoo sudah menamatkan jenjang Sekolah Menengah Atas sekitar dua tahun yang lalu. Dirinya masih belum berpikir untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya dalam waktu dekat.

"Mungkin nanti, aku rencana masih mau fokus di sini. Lihat teman esports yang juga sambil kuliah tapi terganggu. Jadi untuk saat ini masih mau fokus esports dahulu," kata dia.

Cerita Psychoo Onic Esports Jadi Gamer Profesional

Dia juga mengatakan jika saat ini dirinya bahagia bisa membantu orangtua setelah menjadi pemain esports, di mana bayaran yang ia dapatkan dari bermain juga ia sisihkan untuk orangtua dan empat adik perempuannya di Pontianak. Tak lupa juga, dia sisihkan uang lainnya untuk menabung.

Dia pun saat ini tinggal di asrama Onic Esports atau Game House. Selain berlatih game di sana ia juga melakukan kegiatan rutin seperti olahraga dan menjalani pendidikan informal seperti latihan-latihan.

Baca Juga: 5 Hero Game Mobile Legends yang Jago Bertahan saat Sekarat

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini