Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FCC Bantah Teknologi 5G Picu Risiko Penyakit Kanker

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 09 56 2089970 fcc-bantah-teknologi-5g-picu-risiko-penyakit-kanker-k9eRZHYSpT.jpg Ilustrasi 5G (Foto: Forbes)

JAKARTA - Di tengah maraknya peningkatan teknologi 5G, marak juga isu kesehatan tentang 5G yang kabarnya mampu menimbulkan risiko kanker dan sebagainya. Isu yang simpang siur itu pun dijawab oleh Federal Communications Commission (FCC) yang mengungkapkan jika 5G aman untuk kesehatan.

Dilansir dari laman Cnet, Jumat (9/8/2019), Federal Communications Commission Chairman, Ajit Pai mengatakan jika paparan sinyal RF pada ponsel, menara nirkabel, router Wifi aman.

"Bukti ilmiah yang tersedia sampai saat ini tidak mendukung efek kesehatan yang merugikan pada manusia karena paparan pada atau di bawah batas saat ini," kata Jeffrey Shuren, Direktur Pusat FDA untuk Perangkat dan Kesehatan Radiologis.

FCC Bantak 5G Miliki Resiko Kesehatan

Baca Juga: Sinyal 5G Bisa Sebabkan Kanker, Ini Penjelasannya

Kekhawatiran tentang keamanan perangkat seluler memang telah terjadi bertahun-tahun. Pada 2011, World Health Organization (WHO) mengungkapkan jika ponsel mungkin dapat memicu kanker. Akan tetapi sebagian besar penelitian belum menemukan hubungan antara sinyal frekuensi radio dari ponsel atau menara sel dan penyakit.

Kekhawatiran juga kembali tumbuh baru-baru ini, pasalnya hampir operator seluler di seluruh dunia berlomba untuk menggunakan teknologi seluler generasi kelima ini, atau 5G. Secara khusus, ada kekhawatiran bahwa spektrum frekuensi tinggi yang dikenal sebagai panjang gelombang milimeter, atau mmWave, yang digunakan dalam penyebaran awal untuk membuat 5G dapat menimbulkan efek kesehatan yang merugikan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, penyebaran 5G juga kabarnya membutuhkan lebih banyak menara sel kecil untuk ditempatkan lebih dekat ke tempat orang tinggal, bekerja dan pergi ke sekolah. Ini juga menambahkan kekhawatiran.

Baca Juga: Manfaatkan 5G, Dokter di China Operasi Pasien Jarak Jauh

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini