Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejuang Anti Hoaks Nusantara Belajar Internet Sehat di Australia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 13:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 12 207 2090838 pejuang-anti-hoaks-nusantara-belajar-internet-sehat-di-australia-Pc6jLPNM5M.jpg Ilustrasi Hoaks (Foto: Shutterstock)

JAKARTA- Sebanyak 25 penerima Anugerah Democratic Resilience akan menjadi Pejuang Anti Hoaks Nusantara. Mereka terdiri dari perwakilan instansi pemerintahan, organisasi kemasyarakatan dan pendidikan dari seluruh Indonesia. Diantaranya yakni Devie Rahmawati (Klinik Digital Vokasi UI), Anita Wahid, Giri Lukman (Mafindo), Frederik Sarira (C-Save), Purnomo Satriyo (Bawaslu), Nadia Atmaji, Rory Asyari, Agnes Theodora (Jurnalis), dan Rizki Ameliah (Kominfo).

Para penerima award juga diberi kesempatan selama 2 minggu di Australia untuk belajar upaya hidup dengan sehat di dunia digital. Adapun beberapa mata kuliah yang akan diikuti ialah Responding to Hoax, Slander, Hate Speech and Misinformation in Digital Media and Social Media, Verification Training: Improving Media Profesionalism/Credibility, 5RS (Rights, Respect, Responsibility, Reasoning and Resilienc, Building Digital Communities dan banyak lagi.

Lebih lanjut, sepulangnya dari Austalia penerima Award juga menyusun sebuah proyek Literasi Digital yang akan dipresentasikan tahun 2019, untuk dilakukan evaluasi oleh tim Queensland University of Technology (QUT) untuk memastikan bahwa program tersebut dapat memiliki dampak yang luas dan berkelanjutan.

Pejuang Anti Hoaks Nusantara Belajar Internet Sehat di Australia

Baca Juga: Begini Cara Bikin Hoaks dari Media Ternama, Hati-Hati

“Kami di Klinik Digital Vokasi, akan menjalankan Program “Digital Avenger”, sebuah program yang dimaksudkan untuk melatih para Jagoan-Jagoan digital, yang akan menjalankan program A-B-C, yaitu Anti sebar berita hoax; Berani menyampaikan kebenaran; Cari komunitas yang bermanfaat. Setelah dilatih, kami akan memberikan penghargaan bagi mereka, agar mereka dapat terus berdedikasi menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Devie Rahmawati, Founder Klinik Digital Vokasi UI dalam keterangan resminya, Senin (12/8/2019).

Menurut Devie, Australia akan menjadi model yang tepat, dari upaya membangun masyarakat digital yang cerdas. Pasalnya, secara struktural dan kultural, pemerintah dan masyarakat Australia memiliki tradisi berpikir analitik dan suasana akademik yang nyaman dan menyenangkan seluruh negeri.

“Sebagai ilustrasi, perpustakaan adalah menjadi tempat favorit masyarakat dari berbagai lapisan. Perpustakaan desain dengan sangat modern, menjadi tempat nongkrong, belajar, bermain, kontemplasi dan sebagainya. Lengkap dengan peralatan IT terkini. Sehingga budaya belajar menjadi sangat kuat, sehingga tidak mudah termakan hoaks,” tutup Devie Rahmawati.

Baca Juga: 3 Tips Mengenali Berita Hoax di Medsos

Baca Juga: Tiga Langkah Pemerintah Cegah Penyebaran Berita Hoaks

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini