NASA Teliti Dampak Kebakaran Hutan Arktik di Alaska

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 18 56 2093574 nasa-teliti-dampak-kebakaran-hutan-arktik-di-alaska-nEwMI1o6y0.jpeg Hutan di Alaska (Foto: Space)

JAKARTA- NASA telah menginvestigasi dampak kebakaran hutan Arktik di Alaska. NASA ingin mengetahui dampak tersebut pada habitat di sekitarnya, kesehatan masyarakat, dan perubahan iklim. Pengamatan tersebut menggunakan kombinasi pekerjaan lapangan, laboratorium, pengamatan satelit dan udara.

Dilansir dari laman Space, Senin (19/8/2019) menurut NASA kebakaran hutan di Arktik biasanya disebabkan oleh sambaran petir. Kemudian dibiarkan terbakar kecuali terlalu dekat dengan infrastruktur atau manusia. Namun, sebagai akibatnya, api cenderung menyebar dan memakan area vegetasi yang luas.

"Kebakaran adalah bagian alami dari ekosistem, tetapi apa yang kami lihat adalah siklus kebakaran yang dipercepat. Kami mendapatkan kebakaran yang lebih sering dan parah dan area terbakar yang lebih besar," kata Liz Hoy, seorang peneliti kebakaran boreal di Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland.

 NASA Teliti Kebakaran Hutan di Alaska

Baca Juga: Kerja Cuma Tidur-tiduran di Kasur Selama 2 Bulan Digaji Rp266 Juta, Minat?

Hoy juga bekerja sebagai bagian dari Eksperimen Kerentanan Arktik-Boreal NASA (ABOVE), sebuah kampanye lapangan yang meneliti ketahanan ekosistem dan masyarakat Arktik dan boreal dalam menanggapi perubahan lingkungan.

Penelitian juga mengungkapkan jika kebakaran hutan di Arktik berkontribusi terhadap emisi karbon yang dihasilkan oleh pembakaran lapisan tanah yang tebal dan kaya karbon, yang juga bertindak sebagai isolasi untuk permafrost lapisan tanah beku yang terletak di bawah tanah.

"Ketika kamu membakar tanah di atasnya, seolah-olah kamu memiliki pendingin dan kamu membuka tutupnya. Permafrost di bawahnya mencair dan kamu membiarkan tanah membusuk dan membusuk, jadi kamu melepaskan lebih banyak karbon ke atmosfer," imbuh Hoy.

NASA juga mengungkap pencairan lapisan tanah ini juga menyebabkan penurunan tanah dan keruntuhan tanah. Tak hanya itu, kebakaran juga berdampak pada satwa liar di sekitar daerah tersebut karena mereka mengubah distribusi spesies tanaman.

Salah satu spesies rusa kutub yang berasal dari Kutub Utara, Caribou, membutuhkan waktu lama untuk pulih setelah kebakaran karena mereka bergantung pada tanaman yang tumbuh lambat untuk makanan.

 NASA Teliti Kebakaran Hutan di Alaska

Baca Juga: NASA Orion Bakal Angkut Wanita Pertama ke Bulan di 2024

"Setelah kebakaran hebat, kita bisa melihat perubahan komposisi vegetasi daratan secara keseluruhan. Ini akan mengubah spesies mamalia yang dapat hidup di sana dan bagaimana orang dapat menggunakan tanah, misalnya, untuk berburu," imbuh Hoy.

ABOVE juga meluncurkan proyek untuk mempelajari efek dari kebakaran ini terhadap populasi Alaska ketika kebakaran hutan melepaskan sejumlah besar partikel yang mempengaruhi sistem pernapasan dan kardiovaskular manusia.

"Kebakaran terjadi selama musim panas, disaat orang menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Terutama masyarakat adat yang melakukan kegiatan subsisten seperti memancing dan berburu," kata Tatiana Loboda, seorang profesor di University of Maryland.

Loboda berencana menggunakan data yang disediakan oleh satelit NASA untuk melihat catatan harian dari pembakaran api, serta intensitas api dan jenis tanaman hijau yang dibakar untuk menentukan jenis partikulat yang dilepaskan oleh api.

Baca Juga: Bulan Milik Saturnus 'Titan' Jadi Target Penelitian NASA

1
2

Berita Terkait

NASA

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini