Jaga Privasi, Pengguna Internet Dituntut Memiliki DQ Setelah IQ dan EQ

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 14:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 20 207 2094292 jaga-privasi-pengguna-internet-dituntut-memiliki-dq-setelah-iq-dan-eq-qIJbwNjKb1.jpeg Kampanye #JagaPrivasimu oleh Google Indonesia (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Kebijakan Digital, Dedy Permadi mengungkapkan jika saat ini pengguna internet harus dituntut cakap, terutama dalam menjaga privasi data di internet.

“Dulu orang mengandalkan Intelligence Quotient (IQ), kemudian orang berbicara Emotional Quotient (EQ). Sekarang harus memiliki DQ, atau Digital Quotient,” kata Dedy dalam acara Talk Show #JagaPrivasimu oleh Google di Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

Digital Quotient ini perlu diperhatikan untuk memiliki ilmu dalam menjaga privasi. Menurutnya, ada empat urusan privasi yakni knowledge, skill atau kecakapan, value, dan attitude.

"Jadi bukan cuma soal skill (kemampuan) saja. Itu juga pengetahuan, perilaku dan nilai yang ditanam. Konsep yang berkembang sampai sekarang, kita dituntut orang yang melek digital dengan jadi warga negara digital yang baik, digital citizenship,” kata dia.

 Menjaga Privasi Pengguna Internet dituntut Memiliki DQ

Baca Juga: Grafis Game Final Fantasy VIII Bakal Ditingkatkan, Rilis September

Dedy juga mengungkapkan beberapa tips untuk menjaga privasi di internet. Pertama, lanjut dia pengguna harus mengenali platform digital yang digunakannya. Kemudian, mengenali fitur-fitur keamanan yang sudah tersedia di platform digital.

“Misalnya kita berbicara tentang Google, Google memiliki setting (pengaturan) yang misalnya untuk keamanan itu bisa kita aktivasi sehingga Anda bisa berselancar lebih aman di internet. Itu pertama, jadi Anda harus mengenal platfrom digital yang Anda gunakan sebelum Anda menggunakannya, jangan asal download," jelas Dedy.

Tidak hanya itu, Dedy juga mengatakan jika pengguna internet juga harus mengetahui rambu-rambu dan etika ketika berselancar di internet.

"Etika berselancar di internet itu sebetulnya sama dengan etika offline, di mana misalnya ketika kita harus menjaga untuk tidak melakukan cyber bullying. Di offline, kita juga tidak pas ketika kita melakukan bullying terhadap orang. Di internet jadi sama, kita juga harus menjaga perasaaan orang lain, kita tidak melakukan hate speech, kita tidak melakukan cyber bullying, kita tidak melakukan tindakan-tindakan yang sebetulnya secara etika itu tidak pas dilakukan," kata Dedy.

Menjaga Privasi Pengguna Internet dituntut Memiliki DQ

Baca Juga: Teleskop NASA Temukan Exoplanet Batu Seukuran Bumi

Baca Juga: 5G Bukan Sekadar untuk WhatsApp, Smartfren: Harus Lebih Spesifik

(ahl)

Berita Terkait

Privasi Data

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini