Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Eksploitasi Seksual Anak, Ini Urgensi Lahirnya Regulasi PDP

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 06:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 207 2094419 cegah-eksploitasi-seksual-anak-ini-urgensi-lahirnya-regulasi-pdp-pCCiHYTXEZ.jpeg Tenaga Ahli Kementerian Komunikas dan Informatika Bidang Digital, Dedy Permadi (Foto: Pernita/Okezone)

JAKARTA - Perlindungan data pribadi menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Kebijakan Digital, Dedy Permadi mengatakan jika finalisasi regulasi Perlindungan Data Pribadi (PDP) menjadi prioritas pemerintah.

“Pasalnya kita sudah terlalu jauh masuk ke dalam dunia internet di Indonesia. Bahkan 66 persen lebih dari pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak usia 13 tahun hingga 34 tahun. Mereka harus diedukasi secara optimal tetapi juga secara regulasi juga dilindungi," kata Dedy saat ditemui dalam acara Talk Show #JagaPrivasimu di Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

Urgensi Regulasi Perlindungan Data Pribadi di Indonesia

Lengkapnya menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia pada usia 13-18 tahun mencapai 16,6 persen, kemudian 19-34 tahun mencapai 49 persen.

“Ini artinya apa? Penguasa Internet di Indonesia adalah anak usia muda,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan meskipun regulasi PDP belum final, bukan berarti tidak memiliki regulasi. Namun tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen).

“Kan kita sudah punya Permen ya, peraturan menteri tentang perlindungan pribadi. Jadi itu bisa menjadi pijakan kita, kita mulai aja dari situ. Kami sangat berharap regulasi itu cepat terselesaikan, tetapi di saat yang bersamaan pemerintah sudah punya kok landasan dan dasar-dasar untuk mendorong edukasi dari masyarakat. Salah satunya lewat Kominfo sangat mendukung gerakan nasional literasi digital cyber kreasi untuk bergerak,” kata dia.

Urgensi Regulasi Perlindungan Data Pribadi di Indonesia

Dia menyebutkan, Kominfo memiliki istilah yang namanya safe harbor policy. Ini adalah kebijakan di mana memastikan setiap pengguna internet dan platform digital itu akan aman ketika berselancar.

“Misalnya, ketika kita menggunakan internet dan media sosial, maka konten negatif yang berpotensi untuk merusak persatuan dan kesatuan yang berpotensi untuk berpengaruh terhadap psikologi anak, itu kita minimalisir dengan cara regulasi yang ada,” kata dia.

Pentingnya Regulasi Perlindungan Data Pribadi

Salah satu pentingnya regulasi perlindungan data pribadi disebutkan oleh Dedy adalah untuk melindungi anak-anak sebagai pengguna internet.

“Anak-anak ini kan harus kita lindungi bagaimana mereka berselancar di internet dan media sosial. Itu bagaimana pemerintah menyusun regulasi PDP yang bisa melindungi anak-anak. Ancaman yang paling real apa misalnya? Eksploitasi seksual terhadap anak. Itu sangat banyak cerita di mana anak-anak banyak mendapatkan eksploitasi seksual ketika mereka berselancar di internet,” kata Dedy.

Menurut Dedy terjadinya hal ini karena anak-anak sebenarnya belum siap, di mana pada usia 5 tahun anak-anak belum ideal untuk menggunakan internet.

“Anak-anak usia 5 tahun sebenarnya belum ideal untuk menggunakan internet dan media sosial. Tetapi anak-anak itu sekarang sudah mulai memiliki akun YouTube sendiri, atau memiliki akun Instagram sendiri,” kata dia.

Dia menyebutkan jika kesadaran, kemampuan dan ilmu soal privasi data diperlukan untuk anak dan orang tua.

"Pemerintah juga mengatur, misalnya mewajibkan platform digital untuk menyajikan suatu fitur-fitur yang adaptif untuk anak-anak. Misalnya YouTube Kids. Itu usaha-usaha pemerintah. Namun selain pemerintah melindungi masyarakat, masyarakat secara sadar juga melindungi diri mereka ketika berselancar,” kata dia.

Baca Juga: Transformasi Digital, MNC Hadirkan 3 Layanan OTT Streaming

Baca Juga: Sony Beli Developer Game Spider-Man 'Insomniac Games'

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini