Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Distribusi Hoaks Dinilai Tinggi, Kominfo Masih Blokir Internet di Papua dan Papua Barat

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 20:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 23 54 2095889 distribusi-hoaks-dinilai-tinggi-kominfo-masih-blokir-internet-di-papua-dan-papua-barat-ok9pG0qTQT.jpg (Foto: JustScience)

JAKARTA - Pemblokiran layanan data internet di Papua dan Papua Barat masih akan terus berlanjut. Melalui siaran pers oleh Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo RI disampaikan perihal berlanjutnya pemblokiran layanan tersebut.

"Pemblokiran layanan data internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi Tanah Papua benar-benar normal. Untuk saat ini, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS," tulis siaran resmi Kominfo.

Merujuk Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika RI No. 155/HM/KOMINFO/08/2019 tanggal 21 Agustus 2019 mengenai Pemblokiran Layanan Data Internet di Papua dan Papua Barat, dengan ini disampaikan bahwa hingga saat ini, Jumat (23/8) pemblokiran data internet pada layanan operator seluler masih berlanjut.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait pada Jumat (23/8) pukul 16.00, Pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupaten di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif dan rasis masih terbilang tinggi.

 Pemblokiran layanan data internet di Papua dan Papua Barat masih akan terus berlanjut.

Baca juga: Pemerintah Diminta Cabut Pemblokiran Internet di Papua dan Papua Barat

Setidaknya 33 items dan total 849 url informasi hoaks dan provokatif terkait issue Papua yang telah diidentifikasi, divalidasi dan diverifikasi oleh Kementerian Kominfo hingga Jumat (23/8) siang. Ke-33 items serta 849 url konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media social Facebook, Instagram, Twitter dan YouTube.

Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Tanah Papua, sekali lagi Kementerian Kominfo RI mengimbau para warganet di seluruh Tanah Air untuk tidak ikut-ikutan mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).

Kementerian Kominfo RI menerima pengaduan konten dari masyarakat melalui pesan WhatsApp di nomor 0811 922 4545 atau email di aduankonten@mail.kominfo.go.id serta melalui akun twitter @aduankonten. Pelapor hanya perlu menyertakan nama, tautan pengaduan dan screenschot/tangkapan layar dari konten negatif/hoaks yang ingin diadukan.

 Pemblokiran layanan data internet di Papua dan Papua Barat masih akan terus berlanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini