nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo : Para Gamers Mesti Ciptakan Game Hero seperti Gatotkaca

Selasa 27 Agustus 2019 11:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 27 54 2097112 mekominfo-para-gamers-mesti-ciptakan-game-hero-seperti-gatotkaca-f607Kwioab.jpg Gamers Land Party 2019, Surabaya

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendorong anak-anak muda Indonesia membangun dan mengembangkan gim besar bertema kepahlawanan. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 50 juta gamers dan bisnis gim.

"Alangkah baiknya bila para gamers ini menciptakan game hero atau kepahlawanan Indonesia seperti Gatot Kaca dan lainnya, sehingga tidak hanya memainkan karakter kepahlawanan dari luar negeri meski game ini awalnya diciptakan negara asing. Saya mendorong karakter hero di Indonesia lebih diperbanyak dan dikembangkan," ujar Rudiantara dalam Acara The Internasional 9th Gamers Land Party (GLP) 2019 di Jatim Expo Surabaya, Sabtu (24/8/2019).

Baca Juga : Menkominfo : Urusan Esports, Pemerintah sebagai Fasilitator Bukan Regulator

Menteri Kominfo juga menginginkan gamers tidak hanya sebagai pencipta games, tetapi menjadikan kegiatan ini sebagai profesi untuk dapat menghasilkan uang. “Menjadi profesional dan menjadi atlet berprestasi dari yang amatir. Jadi yang ikut SEA Gamer bukanlah yang profesional tapi yang amatir,” katanya.

Peluang e-Sport di Jawa Timur, menurut Rudiantara, sangat besar. Akan lebih baik jika di Jember, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Madiun seluruh kabupaten/kota di Jatim bila anak-anak bisa membuat gim dan menjadikan gamers sebagai kegiatan profesional.

"Tugas dari Kominfo menyediakan infrastruktur, yaitu menyediakan internet yang berkecepatan tinggi, agar nantinya para gamers mudah mengakses internet secara cepat," jelasnya.

Menurut Menteri Kominfo, pemerintah sangat mendukung perkembangan e-sport di Indonesia. Bahkan e-Sport masuk dalam cabang olahraga eksibisi yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Kementerian Kominfo juga mendukung pengembangan e-Sport sebagai sarana pengembangan kreativitas.

"Harus dibuka untuk anak muda, pemerintah support terus dari sisi infrastruktur. Kalau bisa di Surabaya ada hotspot dengan kapasitas bandwith besar, nanti saya ajak teman operator untuk sponsori," katanya seraya menyatakan beberapa gim e-Sport yang dipertandingkan membutuhkan konektivitas bandwith.

Baca Juga : Imutnya Sarah Vilo, Gamers yang Tak Umbar Belahan Dada

Direktur Operasional PT ESID, Victorius Tanjaya menyatakan event eSport GLP 2019 adalah pertama kali di gelar di Indonesia. Kali ini tidak hanya menggelar nonton bareng atau disebut dengan PUBSTOMP, tetapi juga ada even lain yang di gelar bersamaan seperti gathering komunitas gim terbesar. "Yakni Gaming Competion, Costplay Party, Techno Update , Experince Internet 1 Gbps hingga meet and greet," jelasnya.

Menurut Tanjaya, turnamen e-Sport dewasa ini lebih dominan digelar di wilayah DKI Jakarta, namun dia berpandangan potensi eSport tersebut juga ada di Surabaya karena itu ESID menggelar event ini di Surabaya.

“Jadi kalau di Jakarta tournament e-Sport sudah beberapa kali di gelar, sementara potensi itu ada di mana-mana dan salah satunya di Surabaya,” katanya.

Baca Juga : Reza Oktovian Tertarik Jadi Profesional Gamers, Tapi...

ESID adalah organisasi e-Sport karya anak bangsa yang didirikan oleh sekelompok individu yang mempunyai semanagat berbagi tujuan bersama mengangkat dunia e-Sport di Indonesia. ESID memiliki visi untuk mepersatukan olahraga elektronik Indonesia dengan menembus batas serta  membantu memperkuat impian para pemain game Indonesia. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini