Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar Indonesia Raih Tujuh Medali untuk Lomba Riset di ICYSS 2019

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 12:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 27 56 2097141 pelajar-indonesia-raih-tujuh-medali-untuk-lomba-riset-di-icyss-2019-Mz69xQWsUF.jpeg Tim Indonesia yang Meraih Medali di Ajang Internasional ICYSS 2019 (Foto: Monika Raharti/ Center for Young Scientist)

JAKARTA - Tim Indonesia yang terdiri dari pelajar SMA dan SMP berhasil meraih 7 medali pada ajang internasional bidang sosial International Conference of Young Social Scientists (ICYSS 2019). Adapun medali yang diraih yakni 1 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu. Lomba ini berlangsung di Belgrade, Serbia pada 20-26 Agustus 2019.

“Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi Indonesia, mengingat separuh dari juara di atas masih duduk di bangku SMP, dan lomba tidak membedakan siswa SMP atau SMA. Sebuah pertanda bahwa penelitian di bidang Sosial sudah merasuk ke jenjang SMP, dan bahkan sudah mulai menjadi bagian dari kurikulum di berbagai sekolah,” kata Monika Raharti Direktur Center for Young Scientist dalam keterangan resminya, Selasa (27/8/2019).

Para peraih medali di ajang internasional ICYSS 2019

Adapun medali emas diraih pelajar Cita Hati Christian School West Campus Surabaya, Arnett Grady. Dia melakukan riset dalam bidang Geografi, berjudul “A Study to Find Solutions for Urban Floods in Citraland”.

Sementara itu, medali perak dipersembahkan oleh Shabrina Arinka dan Maria Angelita dari Tumbuh High School Yogyakarta dengan judul riset “Fake News And Election: Through The Lens of Millennials And Gen Z” di bidang Sosiologi.

Adapun medali perak lainnya diraih Steryna Ownrysher Nyoto (Cita Hati Christian School East Campus Surabaya) di bidang Ekonomi dengan penelitian berjudul “Smokers Transparency Operation Protocol (STOP)” dan William Chandra dari sekolah yang sama dengan judul “Media Effect on Negative Stereotyping Among High School Student” di bidang Psikologi.

Tiga buah medali perunggu diperoleh oleh pertama siswa Rafael Asa Edginius Krisdina dan Clarissa Pramesti Tiara Puteri dari SMPK Santa Maria Surabaya di bidang Sosiologi dengan penelitian berjudul “Influence of Social Media on The Learning Pattern and Academic Achievements of Adolescents: Case Study in Santa Maria Junior High School Surabaya”.

Kedua, Jeremy James (SMA Ciputra Surabaya) dengan judul “Harmonization of Sunda-Jawa, Potential for The Loss of The Dinoyo Street and Gunung Sari History in Surabaya” di bidang Sejarah. Ketiga Jacques Davidson Widodo (Cita Hati Christian School East Campus Surabaya) dengan judul “Exploring The Geographic Advantages in Indonesia” di bidang Geografi.

Tim Indonesia dibentuk dari seleksi berjenjang Lomba Peneliti Belia Sosial di berbagai provinsi, yang berlanjut ke lomba tingkat nasional. Adapun total peserta pada seleksi awal diikuti oleh 178 peserta.

Melihat keberhasilan ini Monika menyebutkan jika penelitian perlu dimasukan dalam kurikulum sekolah menengah.

“Untuk menjadi pribadi yang kritis dan peka terhadap masalah di masyarakatnya, pendidikan untuk siswa sekolah menengah sangat perlu memasukkan penelitian di dalam kurikulumnya,” pungkas dia.

Baca Juga: Menkominfo : Para Gamers Mesti Ciptakan Game Hero seperti Gatotkaca

Baca Juga: Samsung Galaxy A91 Akan Gunakan Teknologi Pengisian Daya Cepat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini