Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akun Medsos Pendiri Twitter Jack Dorsey Dibobol Hacker

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 10:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 31 207 2098906 akun-medsos-pendiri-twitter-jack-dorsey-dibobol-hacker-zkP2ZNKPqQ.jpg (Foto: Techcrunch)

JAKARTA - CEO dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey menjadi korban dari hacker yang meretas akun media sosial pada Jumat. Menjadi perhatian karena hacker berhasil membobol akun media sosial milik Jack Dorsey, orang yang berjasa mendirikan layanan jejaring sosial tersebut.

Dilansir Seattletimes, pada Jumat, akun @jack mulai mem-posting banyak tweet dan retweet. Dalam posting-annya, akun tersebut berujar kata-kata kotor, teriakan, ancaman dan cercaan rasial.

Kicauan tetap ada di akun, yang memiliki 4,2 juta pengikut, selama kurang dari satu jam sebelum Twitter menghapusnya. Salah satu tweet mengungkap bahwa terdapat bom di Twitter HQ.

"Berteriaklah pada Ron dan Kyle," bunyi tweet yang lain. Banyak tweet yang diberi tag #ChucklingHella.

Perusahaan mengkonfirmasi dalam sebuah tweet bahwa "mengetahui bahwa @jack dikompromikan dan menyelidiki apa yang terjadi". Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara Twitter menambahkan perusahaan itu melihat ke dalam ancaman bom dan "dapat mengonfirmasi bahwa itu tidak dapat dipercaya".

 CEO dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey menjadi korban dari hacker yang meretas akun media sosial pada Jumat.

Baca juga: Google Temukan Situs yang Diam-Diam Menyerang iPhone

Akun Dorsey sebelumnya diretas pada 2016 oleh grup peretasan OurMine Security. Pada hari Jumat, beberapa pengguna Twitter mengatakan bahwa tampaknya akun Dorsey diretas melalui pihak ketiga dengan akses ke akunnya.

Memicu kekhawatiran bahwa akun high-profile saja bisa dibobol oleh hacker. Tidak hanya Dorsey, pejabat pemerintah bahkan Presiden pun bisa menggunakan media sosial.

Seharusnya akun orang-orang penting ini memiliki perlindungan dari peretasan. Bila akun sampai dibobol, seorang peretas dapat menggunakannya untuk membuat klaim politik atau bahkan mencoba memulai perang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini