nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat Luar Angkasa ESA Hindari Tabrakan dengan Satelit Starlink

Gilang Adya Chandra, Jurnalis · Selasa 03 September 2019 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 03 56 2100092 pesawat-luar-angkasa-esa-hindari-tabrakan-dengan-satelit-starlink-MEOWvddfa9.jpg Pesawat Luar Angkasa ESA Hindari Tabrakan dengan Satelit (Foto: Portaltotheuniverse)

JAKARTA - European Space Agency (ESA) mengungkapkan jika pihaknya akan melakukan manuver terhadap pesawat luar angkasa atau satelit Aeolus. Hal tersebut untuk menghidari kemungkin betabrakan dengan satelit SpaceX Starlink.

Dikutip dari laman Portaltotheuniverse.org, Selasa (3/9/2019) dalam postingan twitternya, ESA Operations mengungkapkan jika satelit Aeolus melakukan manuver untuk menghindari kemungkinan pendekatan yang dekat dengan satelit Starlink yang diidentifikasi dalam satu grafik sebagai Starlink 44.

Para ahli menghitung risiko tabrakan antara dua satelit aktif ini, menentukan opsi teraman untuk Aeolus. Manuver itu terjadi sekitar setengah orbit sebelum pendekatan terdekat dan agensi mengonfirmasi bahwa pesawat ruang angkasa itu beroperasi secara normal setelah waktu pendekatan terdekat.

ESA juga memberikan beberapa detail lain tentang keadaan konjungsi potensial termask seberapa dekat kedua pesawat luar angkasa. Serta kemungkinan tabrakan dan apa komunikasi ESA dengan SpaceX atau lainnya.

Pesawat Luar Angkasa ESA Hindari Tabrakan dengan Satelit Starlink

Baca Juga: Pesawat Terbang Terbesar Bakal Saingi SpaceX untuk Peluncuran Satelit

Menurut daftar konjungsi yang disebut Satellite Orbital Conjunction Reports Assessing Threatening Encounters in Space (SOCRATES),Aeolus diperkirakan akan memiliki pendekatan yang dekat tak lama setelah pukul 07:00 September Timur dengan satelit diidentifikasi sebagai "Starlink AV" untuk penunjukan internasionalnya, 2019-029AV.

Kedua satelit itu diprediksi akan berada dalam jarak sekitar empat kilometer satu sama lain, dengan kecepatan relatif 14,4 kilometer per detik. Namun, data SOCRATES memperkirakan probabilitas tabrakan yang sangat rendah, kurang dari satu dalam satu juta yang biasanya akan jauh di bawah ambang batas untuk manuver penghindaran.

Satelit Starlink itu berada dalam orbit yang jauh lebih rendah daripada sebagian besar dari 60 satelit Starlink yang diluncurkan oleh SpaceX pada bulan Mei. Menurut database Space Track yang dikelola oleh Angkatan Udara AS, Starlink AV berada dalam orbit yang bervariasi antara 311 dan 345 kilometer; satelit terendah berikutnya adalah orbit 361 kali 397 kilometer. Satelit Aeolus, diluncurkan pada 2018, berada dalam orbit antara ketinggian 308 dan 314 kilometer.

Baca Juga: Uji Coba Sukses, Elon Musk Akan Ciptakan Starship Generasi Baru

Baca Juga: Susul Instagram, Facebook Bakal Sembunyikan Like?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini