Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langgar Privasi Anak-Anak, YouTube Bayar Denda Rp2,8 Triliun

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 17:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 04 207 2100627 langgar-privasi-anak-anak-youtube-bayar-denda-rp2-8-triliun-ycidUgnG24.jpg (Foto: Techcrunch)

JAKARTA - YouTube dilaporkan wajib untuk membayar denda hingga USD200 juta atau sekira Rp2,8 Triliun. Tuntutan oleh Komisi Perdagangan Federal tersebut lantaran tudingan praktik pengumpulan data oleh YouTube Kids yang diduga oleh kelompok konsumen melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-Anak (COPPA).

Dilansir dari laman New York Times, Rabu (4/9/2019) tuduhan terhadap YouTube dibuat oleh kelompok privasi yang mengatakan platform tersebut telah melanggar undang-undang yang melindungi privasi anak-anak dengan mengumpulkan data tentang pengguna di bawah usia 13 tahun tanpa mendapatkan izin dari orang tua.

Menurut New York Times, FTC diperkirakan akan mengumumkan keputusannya tentang penyelesaian pada September.

Regulator AS telah lama berpendapat bahwa Google gagal melindungi anak-anak dari konten berbahaya dan pengumpulan data di platform YouTube-nya.

Kelompok advokasi Center for Digital Democracy mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelesaian yang diusulkan akan sangat rendah mengingat ukuran dan pendapatan Google. FTC diminta untuk memerintahkan Google agar tidak melakukan pelanggaran lebih lanjut terhadap undang-undang privasi anak-anak.

 YouTube dilaporkan wajib untuk membayar denda hingga USD200 juta atau sekira Rp2,8 Triliun.

Baca juga: Android 10 Resmi Meluncur, Pertama Hadir di Ponsel Pixel

Google tetap menjadi mesin penghasil uang untuk perusahaan induk Alphabet, dengan sebagian besar pendapatannya berasal dari iklan digital, yang menyumbang USD116 miliar dari USD136 miliar yang diambil perusahaan berbasis di Silicon Valley tahun lalu.

Pada Januari, pengawas data CNIL Prancis membuat Google membayar denda EUR50 juta karena gagal memenuhi Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa, yang mulai berlaku awal tahun lalu.

Untuk diketahui, sesama raksasa teknologi AS Facebook baru-baru ini menyelesaikan denda USD5 miliar dengan Komisi Perdagangan Federal AS karena menyalahgunakan data pribadi pengguna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini