Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Internet Papua Dibuka Bertahap, Kominfo Imbau Netizen Tidak Sebar Hoaks

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 05 September 2019 11:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 05 54 2100922 internet-papua-dibuka-bertahap-kominfo-imbau-netizen-tidak-sebar-hoaks-fWX8XRvDkg.jpg (Foto: The Irish Times)

JAKARTA - Pemerintah telah memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat untuk menjaga penyebaran informasi hoaks. Melalui keterangan resmi oleh Ferdinandus Setu Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, pemerintah akan membuka layanan data atau internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap.

"Pemerintah kembali mengimbau kita semua untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung," tulis keterangan resmi yang diterima Okezone.

Akses internet secara bertahap akan dibuka mempertimbangkan sudah mulai pulihnya kondisi beberapa kabupaten di wilayah Provinsi Papua, mulai Rabu (4/9) Pukul 23.00 WIT.

Pembukaan blokir atas layanan data internet dilakukan di 19 Kabupaten di Provinsi Papua, yakni: Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

 Pemerintah akan membuka layanan data atau internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap.

Baca juga: Pemerintah Diminta Cabut Pemblokiran Internet di Papua dan Papua Barat

Untuk 10 kabupaten di Provinsi Papua yakni Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo dan Nabire, akan terus dipantau situasinya dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan.

Pembukaan blokir atas layanan data internet juga dilakukan di 10 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Barat yakni Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak. Untuk Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kota Manokwari akan terus dipantau situasinya dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pembatasan akses internet pada beberapa wilayah di Papua. Hal tersebut dilakukan lantaran adanya aksi massa di Manokwari, Jayapura, dan beberapa tempat lain.

Langkah pemerintah untuk membatasi akses informasi ini rupanya mendapatkan reaksi dari sebagian masyarakat. Langkah ini dinilai merugikan warga Papua untuk mencari sumber informasi atas keselamatan sanak saudara dan famili mereka.

 Pemerintah akan membuka layanan data atau internet di Papua dan Papua Barat secara bertahap.

Baca juga: Berukuran Raksasa, Asteroid Ini Dekati Bumi pada 14 September

SAFEnet, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Amnesty International Indonesia, Yayasan Pusaka, Asia Justice and Rights (AJAR), ELSAM, Protection International Indonesia, YLBHI, LBH Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), LBh Pers, Yayasan Satu Keadilan, Federasi KontraS, UNIPA Manokwari, WALHI, Papua Itu Kita, Vivat Indonesia, Greenpeace mendukung aksi solidaritas penyerahan surat somasi (teguran) kepada Kominfo pada hari ini, 23 Agustus 2019 untuk segera mencabut pemblokiran akses internet sesegera mungkin di Papua dan Papua Barat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini