nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deepfake Jadi Ancaman, Ini yang Dilakukan Facebook dan Microsoft

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 07 September 2019 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 06 207 2101574 deepfake-jadi-ancaman-ini-yang-dilakukan-facebook-dan-microsoft-t4HsZi8g3G.jpg Deepfake (Foto: Ilustrasi How Stuff Work)

JAKARTA- Facebook dan akademisi telah bekerjasama untuk menemukan alat yang mampu mendeteksi video dan media lain yang telah dimanipulasi oleh kecerdasan buatan dalam "Deepfake Challange".

Dilansir dari laman Tech Explore, Sabtu (7/9/2019) Facebook bahkan telah menggelontorkan dana USD10 juta atau Rp145 miliar. Perusahaan teknologi asal Amerika tersebut menganggap bahwa deepfake telah menjadi ancaman utama bagi integritas informasi online.

Upaya ini didukung oleh Microsoft dan Kemitraan yang didukung industri pada AI dan mencakup akademisi dari Institut Teknologi MAssachusetts, Universitas Cornell, Universitas Oxford, Universitas California, Universitas Maryland, dan Universitas di Albany.

Ini merupakan upaya luas untuk memerangi penyebaran video atau audio yang dimanipulasi sebagai bagian dari kampanye informasi yang salah.

Deepfake Jadi Ancaman, Ini yang Dilakukan Facebook dan Microsoft

Baca Juga: Saingi Galaxy Fold, LG G8X Hadirkan Desain Ponsel Lipat

"Tujuan dari challange ini adalah untuk menghasilkan teknologi yang dapat digunakan semua orang untuk mendeteksi dengan lebih baik ketika AI telah digunakan untuk mengubah video untuk menyesatkan pemirsa," kata kepala teknis Facebook, Mike Schroepfer.

Tantangannya adalah proyek pertama komite tentang AI dan integritas media yang dibuat oleh Partnership on AI, sebuah kelompok yang misinya adalah untuk mempromosikan penggunaan kecerdasan buatan yang bermanfaat dan didukung oleh Apple, Amazon, IBM dan perusahaan teknologi lainnya dan non-pemerintah organisasi.

Profesor Oxford Philip Torr, salah sau akademisi yang berpartisipasi, mengatakan alat baru "sangat dibutuhkan untuk mendeteksi jenis media yang dimanipulasi ini.

"Media yang dimanipulasi dikeluarkan di internet, untuk menciptakan teori konspirasi palsu dan memanipulasi orang untuk kepentingan politik, menjadi masalah yang penting secara global, karena ini merupakan ancaman mendasar bagi demokrasi," kata Torr.

Baca Juga: Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Lenovo A6 Note dan K10 Note

Baca Juga: Teknologi 5G, Smartphone Baru dan TV 8K Jadi Sorotan di IFA 2019

(ahl)

Berita Terkait

Deepfake

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini