Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tri Indonesia Dukung Sharing Infrastruktur Jaringan Ibu Kota Baru

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 15:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 06 54 2101488 tri-indonesia-dukung-sharing-infrastruktur-jaringan-ibu-kota-baru-l77LaNcUat.jpg Ilustrasi Internet (Foto: Bitco)

JAKARTA -  Tri Indonesia mendukung usulan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara untuk sharing infrastruktur jaringan di ibu kota baru Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Tri Indonesia, Danny Buldansyah.

"Kami selalu mencari option-option (pilihan) atau alternatif yang paling menguntungkan atau ekonomis. Menurut saya sharing infrastruktur itu adalah cara terbaik," kata Danny saat ditemui dalam uji coba 5G Tri Indonesia di ITS Surabaya.

Meskipun demikian dia juga tidak memungkiri jika ada beberapa operator yang menganggap bahwa infrastruktur merupakan keunggulan kompetitif, sehingga tak ingin berbagi. "Menurutnya akan menguntungkan operator lain," ujarnya.

Sementara itu, Danny menuturkan jika persaingan bisnis bukan masalah infrastruktur. Persaingan menurut Danny adalah dalam memberikan pelayanan dan kualitas terbaik untuk pelanggan.

Tri Indonesia mendukung sharing Infrastruktur

Baca Juga: Yahoo Alami Gangguan Layanan hingga 7 Jam, Apa Penyebabnya?

Sebelumnya, untuk kesiapan jaringan telekomunikasi Ibu Kota baru, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dikabarkan akan menyiapkan jaringan backbone atau Palapa Ring khusus di wilayah Kalimantan Timur, di mana dua kabupaten calon Ibu Kota baru Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara berada. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kominfo Rudiantara.

Dia juga menambahkan jika pihaknya akan berdiskusi dengan operator telekomunikasi di Indonesia.

"Siapa operator yang mau membangun, kalau operator membangun backbone kita perbolehkan syaratnya dia harus  diperbolehkan untuk sharing karena kejar efisiensi. Sharing itu efisiensi," kata  Rudiantara.

Namun jika  tidak ada operator telekomunikasi yang ingin membangun, Rudiantara mengatakan, "Kita cari caranya apakah distruktur sebagai Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), karena operator tidak mau bangun. Nanti ada tertulis dan bicarakan. Yang penting pada 2024 pada saat pembangunan sudah selesai itu sudah beroperasi dengan lancar. Infrastruktur harus sebelumnya," kata dia.

Baca Juga: Cari Tanda-Tanda Kehidupan, NASA Bakal Kirim Helikopter Mini ke Mars

Baca Juga: Layanan Facebook Dating Tersedia untuk Pengguna di AS

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini