Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinilai Kondusif, Kominfo Buka Akses Internet di Kabupaten Nabire dan Dogiyai

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 08 September 2019 10:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 08 54 2102053 dinilai-kondusif-kominfo-buka-akses-internet-di-kabupaten-nabire-dan-dogiyai-hn8IcsqAJT.jpg (Foto: World Economic Forum)

JAKARTA - Situasi dan kondisi keamanan di wilayah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai di Provinsi Papua dinilai sudah kondusif. Pemerintah kembali membuka blokir atas layanan data internet di kedua kabupaten tersebut, terhitung mulai Jumat (6/9) pukul 22.30 WIT.

Melalui keterangan resmi oleh Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, dengan tambahan 2 (dua) kabupaten tersebut, maka sudah 21 kabupaten di wilayah Provinsi Papua yang telah dibuka blokir atas layanan data internet, setelah sebelumnya 19 kabupaten dibuka pada 4 September 2019.

Ke-19 kabupaten di Provinsi Papua yang telah terlebih dahulu dibuka adalah kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

Untuk 8 (delapan) kabupaten di Provinsi Papua yakni Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, dan Yahukimo masih terus dipantau situasinya dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan.

Sementara untuk wilayah Papua Barat, 3 (tiga) kabupaten/kota yakni Kota Manokwari, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang belum dibuka blokir layanan data internet, masih akan terus dipantau dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan.

 Pemerintah kembali membuka blokir atas layanan data internet di wilayah Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai di Provinsi Papua.

Baca juga: Aturan IMEI Akan Diterapkan, Ini Nasib Ponsel yang Dibeli di Luar Negeri

Disampaikan pula bahwa sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus mulai menurun sejak 31 Agustus 2019. Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500.

Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, dan akhirnya 6.060 url hoaks dan hasutan di 6 September 2019.

Pemerintah kembali mengimbau untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial, agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini