Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belum Kondusif, Layanan Internet 6 Kabupaten di Papua Belum Dibuka

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 12:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 10 54 2102886 belum-kondusif-layanan-internet-6-kabupaten-di-papua-belum-dibuka-is5FrJ1EKI.jpg Ilustrasi Internet (Foto: COE)

JAKARTA- Pemerintah secara bertahap melakukan pembukaan layanan data internet di Papua dan Papua Barat. Pembukaan bertahap dilakukan sejak 4 September 2019 dan akan terus berlanjut. Hingga saat ini tersisa  6 kota/kabupaten didua provinsi tersebut yang masih belum pulih layanan datanya.

“Untuk empat kabupaten/kota di Provisi Papua yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Jayawijaya serta 2 (dua) kota di Papua Barat yakni Kota Manokwari dan Kota Sorong yang masih belum sepenuhnya kondusif, akan terus dipantau situasinya dalam 1 (satu) atau 2 (dua) hari ke depan,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi. 

Lengkapnya, dari 29 kabupaten di wilayah Papua sebanyak 25 kabupaten telah dibuka. Kabupaten-kabupaten tersebut yakni Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak Numfor, Yapen, Sarmi, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Pegunungan Bintang, Yahukimo, dan Nabire.

Pemerintah Buka Layanan Internet di Papua Secara Bertahap

Baca Juga: Dinilai Kondusif, Kominfo Buka Akses Internet di Kabupaten Nabire dan Dogiyai

Sementara itu, dari 13 kabupaten kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua Barat, terdapat 11 kabupaten yang sudah dibuka akses layanan data internet yakni Kabupaten Fak Fak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Kabupaten Sorong.

Ferdinandus juga mengungkapkan jika sebaran informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian, hasutan dan provokasi terkait dengan isu Papua terus menunjukkan tren menurun sejak 31 Agustus 2019.

”Puncak sebaran hoaks dan hasutan terkait isu Papua terjadi pada 30 Agustus 2019 dengan jumlah url mencapai 72.500. Distribusi hoaks terus menurun, 42 ribu url di tanggal 31 Agustus 2019, 19 ribu url di tanggal 1 September 2019, lalu menurun menjadi 6.060 url hoaks dan hasutan di tanggal 6 September 2019,” kata dia.

Pemerintah juga kembali mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi hoaks, kabar bohong, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun termasuk media sosial.

“Hal ini dilakukan agar proses pemulihan kembali seluruh wilayah Papua dan Papua Barat cepat berlangsung,” pungkas Ferdinandus.

Pemerintah Buka Layanan Internet di Papua Secara Bertahap

Baca Juga: Qualcomm Dukung Chip 5G untuk Ponsel Kelas Menengah

Baca Juga: Nintendo Bikin Desain Controllers Bengkok untuk Switch?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini