nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ilmuwan Ungkap Hantaman Asteroid yang Punahkan Dinosaurus

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 10 56 2103077 ilmuwan-ungkap-hantaman-asteroid-yang-punahkan-dinosaurus-o7ywRGiQNX.jpg Ilustrasi (Foto: Smithsonianmag)

JAKARTA - Salah satu bencana terbesar diyakini terjadi 66 juta tahun lalu. Sebuah asteroid besar telah menghantam Bumi dan dikabarkan telah memusnahkan kehidupan dinoasurus pada masa lalu.

Dilansir dari laman Fox, Rabu (11/9/2019) bencana itu tidak hanya menghancurkan dinosaurus. Akan tetapi juga memusnahkan berbagai bentuk kehidupan dari reptil terbang yang disebut pterosaurus hingga kerabat kerang nautilus yang disebut kerabat ammonit.

Kadal, ular, mamalia dan banyak lagi juga mengalami kepunahan mereka. Petunjuk tentang yang terjadi pada masa itu terkubur dalam lapisan batu yang menumpuk sedalam 12 mil.

Ilmuwan Ungkap Hantaman Asteroid yang Punahkan Dinosaurus

Baca Juga: Lebih Kuat Dibanding Bom Nuklir, Asteroid Apophis Bakal Hantam Bumi?

Salah satu bekas bencana tersebut tersembunyi di dasar Semenanjung Yucatan dan Teluk Meksiko. Kawah Chicxulub yang sangat besar merupakan sisa dari salah satu hari paling penting dalam sejarah kehidupan Bumi.

Menggunakan sampel inti yang dikumpulkan pada 2016, ahli geologi Universitas Texas di Austin Sean Gulick dan tim dari puluhan peneliti lainnya telah menyatukan kisah kepunahan Cretaceous-Paleogene.

"Kami menafsirkan bagian ini untuk mewakili dampak pos hari pertama, yang menurut definisi skala waktu geologis, menjadikannya hari pertama Kenozoikum sejak Kapur berakhir saat asteroid menghantam," kata Gulick.

Lebih lanjut, ilmuwan juga berhasil mendapatkan sampel batuan dari kawah Chicxulub, yang mengungkapkan 'parfait' puing-puing yang tersimpan berlapis-lapis hampir setiap menit di titik inti dampak selama hari pertama bencana global.

Ini mencatat jejak peleburan, gempa bumi besar, tsunami, tanah longsor dan kebakaran hutan saat asteroid besar itu menghancurkan lubang selebar 100 mil dan kedalaman 12 mil. Batuan tersebut juga mengungkap jika hantaman asteroid menghancurkan ratusan miliar ton belerang dari batu samudera yang dihancurkan ke atmosfer. Kata para ilmuwan hal tersebut memicu musim dingin, di mana suhu di seluruh dunia turun hingga 30 derajat Fahrenheit selama beberapa dekade.

Ilmuwan Ungkap Hantaman Asteroid yang Punahkan Dinosaurus

Baca Juga: Berukuran Raksasa, Asteroid Ini Dekati Bumi pada 14 September

"Ini memberitahu kita apa yang terjadi di dalam kawah pada hari kehancuran yang membunuh dinosaurus. Semua kekacauan ini direkam langsung di dalam inti," kata Jay Melosh, ahli geofisika di Universitas Purdue.

Untuk diketahui, asteroid telah menghancurkan sebuah lubang di kedalaman antara 25 dan 30 mil di detik-detik pertama tumbukan. Kemudian, menciptakan batu-batu yang mencair dan menguap yang sangat panas.

Dalam beberapa menit, cairan memercikkan gelombang lahar raksasa ke luar yang memadat menjadi cincin puncak tinggi. Sekitar 20 menit kemudian, air laut melonjak kembali ke puncak yang baru terbentuk, menutupi mereka dalam selimut batu tumbukan.

Saat beberapa menit menjadi berjam-jam, ombak tercekik dengan pecahan kaca vulkanik dan pecahan batu berdesir bolak-balik, melapisi puncak-puncak di lapisan batu benturan yang disebut suevite.

Ilmuwan Ungkap Hantaman Asteroid yang Punahkan Dinosaurus

Baca Juga: Segera Hapus, 24 Aplikasi Ini Mengandung Malware 'Joker'

Baca Juga: Rumor iPhone 11 Muncul Lagi Jelang Event Apple 10 September

Seiring berlalunya waktu, gelombang balik menambah puing-puing yang semakin halus. Di bagian paling atas inti batuan, para ilmuwan mendeteksi jejak bahan organik dan arang.

“Kami pikir tsunami yang dipantulkan membawa kembali jejak-jejak tanah ini dan pecahan-pecahan arang yang sangat kecil ini. Tanah itu jelas terbakar," kata Dr. Gulick.

1
3

Berita Terkait

Asteroid

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini