Teori Habibie, Faktor Habibie dan Fungsi Habibie

Kamis 12 September 2019 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 12 56 2103853 teori-habibie-faktor-habibie-dan-fungsi-habibie-NVluz4FZEm.jpg

Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan.

Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.

Baca Juga : Reza Rahadian Sangat Terpukul Kehilangan BJ Habibie, Ini Penyebabnya

Pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

Kejeniusan mantan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu membuat dirinya memegang banyak hak paten atas temuannya di bidang konstruksi pesawat terbang. Sehingga tentu saja menjamin hidupnya rutin memperoleh royalti.

Bukan handa itu, dalam disiplin ekonomi makro yang dikenal dengan istilah Habibienomics, sebuah pemahaman yang menegaskan bagaimana gagasan Habibie tentang pemberian nilai tambah ekonomi tinggi di setiap produksi barang dan jasa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

(ABD)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini