Miliki Air, Planet Ini Mendukung Kehidupan Seperti di Bumi?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 12 56 2104049 miliki-air-planet-ini-mendukung-kehidupan-seperti-di-bumi-zyib5atCgT.jpg Ilustrasi Planet (Foto: Daily Mail)

Planet ekstrasurya pertama kali terlihat pada tahun 2015 oleh pesawat ruang angkasa NASA Kepler, tetapi analisis data telah mengungkapkan rincian baru yang tidak terlihat sebelumnya.

Peralatan saat ini hanya dapat menentukan faktor-faktor dasar seperti seberapa jauh jaraknya, massa dan suhu permukaannya. Tetapi alat-alat canggih yang dikembangkan di UCL telah mampu menerjemahkan data dari Hubble Space Telescope untuk memahami tanda-tanda molekul unik dari uap air.

K2-18b terlalu jauh untuk dilihat para astronom, tetapi mereka dapat melihat bagaimana cahaya bintang disaring melalui atmosfer planet saat melewati matahari sendiri, yang disebut K2-18. "Ini satu-satunya planet di luar tata surya kita yang kita tahu memiliki suhu, atmosfer, dan air yang benar," kata Dr Angelos Tsiaras, penulis penelitian itu.

Kehadiran uap air di atmosfer planet ini menunjukkan bahwa itu bisa berupa dunia berbatu atau dunia es dengan banyak air di dalamnya. Sebagian besar planet ekstrasurya seperti ini adalah raksasa gas, seperti Jupiter dan Saturnus, jadi K2-18b menawarkan kesempatan berharga bagi para peneliti untuk mempelajari planet yang lebih kecil, berbatu atau beku.

Ilmuwan Temukan Planet Layak Huni Mirip Bumi

"Tentu saja, K2-18b bukan Bumi kedua, karena ia adalah planet yang jauh lebih besar dan memiliki komposisi atmosfer yang berbeda. Itu mengorbit bintang yang sama sekali berbeda, sehingga tidak terlihat seperti Bumi," kata Dr Tsiaras.

Menurut Tsiaras pencarian planet yang layak huni, sangat mengasyikkan, tapi di sini selalu mengingatkan bahwa (Bumi) ini adalah satu-satunya rumah kita dan mungkin mustahil jika kita dapat melakukan perjalanan ke planet lain."

Meskipun planet ini berada di zona layak huni tata surya, para ilmuwan mengatakan bahwa saat ini tidak ada cara untuk menentukan apakah ada tanda-tanda kehidupan.

Para ahli akan terus memantau planet ini untuk mengkonfirmasi teori mereka bahwa ia mampu menopang kehidupan, dan mereka tidak dapat memastikan berapa banyak air sebenarnya di planet ini.

Baca Juga: Apple Perkenalkan Fitur Slow Motion 'Slofie' di iPhone 11

Baca Juga: Jaringan 5G Jadi Sorotan di Tokyo Game Show Tahun Ini

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini