Cegah Pesawat Hancur, BJ Habibie Cetuskan Teori Crack

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 17:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 12 56 2104090 cegah-pesawat-hancur-bj-habibie-cetuskan-teori-crack-qaBdgi66TP.jpg BJ Habibie (Foto: M. Sukardi/Okezone)

JAKARTA - BJ Habibie tidak hanya dikenal sebagai pembuat pesawat terbang, ia pun sebagai penemu teori keretakan pesawat atau crack progression. Teori ini memungkinkan pesawat lebih memiliki ketahanan ketika mengudara, mencegah pesawat hancur selama penerbangan.

Dikutip dari website resmi PT Dirgantara Indonesia, teori ini dicetuskan BJ Habibie pada dekade 1960-an. Ini menjadi solusi atau jawaban selama 40 tahun sejarah penerbangan komsersial. Teori tersebut juga dikenal sebagai Teori Habibie, Faktor Habibie, dan Fungsi Habibie.

Teori yang diprakarsai oleh Presiden Ketiga RI ini diakui oleh lembaga penerbangan Eropa. Bahkan, teori tersebut diadopsi dalam pesawat komersial pada zamannya, sebut saja A300 yang diproduksi Airbus pada 1972 hingga 2006.

Untuk diketahui, Airbus merupakan perusahaan penerbangan untuk negara-negara Eropa, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Amerika.

BJ Habibie membawa Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu membuat pesawat utuh. Pada 1976, Habibie mendirikan PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang kini menjadi PT Dirgantara Indonesia.

 BJ Habibie tidak hanya dikenal sebagai pembuat pesawat terbang, ia pun sebagai penemu teori keretakan pesawat.

Baca juga: Teori Habibie, Faktor Habibie dan Fungsi Habibie

Habibie juga menginisiasi pembuatan pesawat Gatotkaca N-250 yang diterbangkan pertama kali pada 1995 di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Akan tetapi, pesawat tidak diproduksi massal karena krisis moneter pada 1997.

Gatotkaca N-250 merupakan pesawat baling-baling dengan rute penerbangan perintis yang memiliki kapasitas 50-70 penumpang. Tidak sampai di sana, Habibie masih memiliki mimpi besar untuk Indonesia.

Setelah 23 tahun berlalu, PT Regio Aviasi Industri yang merupakan industri pesawat terbang didirikan oleh putranya, Ilham Habibie.

Perusahaan tersebut pun mampu membangun R-80 yang mirip dengan N250. Pesawat R-80 mampu terbang sejauh 400-800 mil laut (741-1482 km) dengan ketinggian jelajah mencapai 17.500 kaki.

1
2

Berita Terkait

BJ Habibie

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini