Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salamander Raksasa Ini Dijuluki Amfibi Terbesar di Dunia

Rais Erizam, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 08:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 17 56 2105997 salamander-raksasa-ini-dijuluki-amfibi-terbesar-di-dunia-WxOGqEJ8SG.jpg (Foto: Mirror)

JAKARTA - Salamander adalah nama umum bagi sekira 550 spesies amfibi. Mereka secara umum dicirikan oleh penampilan mirip kadal, dengan tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor yang panjang.

Semua fosil dan spesiesnya yang telah punah dimasukkan ke dalam ordo Caudata, sedangkan spesiesnya yang masih ada digolongkan bersama ke dalam Urodela.

Para ilmuwan telah menemukan spesies baru salamander raksasa, yang diduga adalah amfibi terbesar di dunia. Spesies ini diidentifikasi oleh para peneliti dari Zoological Society of London (ZSL) dan London Natural History Museum dengan menggunakan DNA dari spesimen museum yang dikumpulkan sejak awal abad ke 20, dilansir dari laman Mirror.

17 spesimen yang ada di museum sejarah dan semua sampel jaringannya dianggap berasal dari satu spesies salamander raksasa China liar, yang dikenal sebagai Andrias davidanus. Namun, setelah dianalisis, ternyata ada penemuan tiga garis keturunan genetik yang berbeda dalam salamander, yaitu Andrias davidanus, Andrias sligoi, dan spesies yang ketiga belum diketahui namanya.

 Salamander adalah nama umum bagi sekira 550 spesies amfibi.

Baca juga: Oppo A9 (2020) Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasinya

Andrias sligoi adalah spesies yang terbesar dari ketiga spesies salamander yang ditemukan, ia dapat tumbuh hingga dua meter panjangnya. Ini menjadikan Andrias sligoi sebagai yang terbesar dari 8.000 spesies atau lebih amfibi yang masih ada.

"Analisis kami menunjukkan bahwa spesies salamander raksasa China menyimpang antara 3,1 dan 2,4 juta tahun yang lalu," ucap Profesor Samuel Turvey dari Institut Zoologi ZSL.

Samuel juga mengungkapkan bahwa salamander raksasa China, sekarang diklasifikasikan sebagai "Sangat Terancam Punah", pernah tersebar luas di seluruh China tengah, selatan dan timur. Hal ini terjadi karena eksploitasi berlebihan, bahkan baru-baru ini salamander diburu untuk dijadikan makanan.

"Salamander saat ini bergerak secara luas di sekitar China, untuk translokasi konservasi dan ke peternakan yang melayani pasar makanan mewah China," ucap Profesor Turvey. Kabarnya saat ini London Zoo memiliki empat salamander raksasa yang didapat dari seseorang yang ingin mengimpornya secara ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini