Bisa Diperjualbelikan, Data Pribadi Jadi Aset Bernilai Tinggi

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 19 207 2106780 bisa-diperjualbelikan-data-pribadi-jadi-aset-bernilai-tinggi-2tiTxCkFjh.jpeg (Foto: Information Age)

"Di Internet semuanya tidak bisa dihapus 100 persen. Akan ada jejak digital selamanya, saat dihapus seseorang sudah meng-capture-nya," kata Semuel.

Sehingga, lanjut Semuel, internet perlu diatur dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Pemerintah saat ini sedang menggodok hal tersebut. Tujuan UU PDP di sini untuk mencegah penipuan dan menjaga data pribadi untuk tidak disalahgunakan.

Selain itu beberapa latar belakang adanya UU PDP ini karena data pribadi merupakan sebagai bagian dari HAM. Data merupakan aset yang memiliki nilai tinggi, bahkan bisa diperjualbelikan dengan tidak bertanggungjawab.

Belakangan ini marak kasus pelanggaran data pribadi, dibutuhkan peraturan akan pentingnya data pribadi, dan pertukaran lintas negara. Pertukaran lintas negara ini masih banyak aplikasi yang memiliki data center di luar negeri.

 Di era internet sekarang ini, pertukaran data menjadi semakin bebas.

Baca juga: Menkominfo : Pertukaran Data Pribadi Tak Bisa Dihindari Lagi

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini