Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tabrakan Asteroid Kuno Tingkatkan Keanekaragaman Hayati di Bumi

Gilang Adya Chandra, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 17:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 19 56 2106924 tabrakan-asteroid-kuno-tingkatkan-keanekaragaman-hayati-di-bumi-mMWthSqvmP.jpg (Foto: Fox News)

JAKARTA - Tim ilmuwan internasional menemukan bahwa tabrakan di sabuk asteroid 470 juta tahun yang lalu mendiversifikasi kehidupan di Bumi.

Dikutip dari China.org, studi yang dipublikasikan pada Rabu di jurnal Science Advances menunjukkan bahwa pecahnya asteroid besar antara Jupiter dan Mars mengisi seluruh tata surya bagian dalam dengan sejumlah besar debu.

Debu menyebabkan zaman es yang unik dan selanjutnya ke tingkat keanekaragaman hayati yang lebih tinggi, menurut penelitian.

Efek pemblokiran debu menghentikan sebagian sinar matahari yang mencapai Bumi dan zaman es dimulai. Iklim berubah dari homogen menjadi terbagi menjadi zona iklim, dari kondisi kutub utara pada kutub, ke kondisi tropis di garis khatulistiwa.

 Tim ilmuwan internasional menemukan bahwa tabrakan di sabuk asteroid 470 juta tahun yang lalu mendiversifikasi kehidupan di Bumi.

Baca juga: Gunung Api Besar di Satelit Jupiter 'Loki' Meletus Dalam Waktu Dekat

Kemudian, keragaman yang tinggi di antara invertebrata datang sebagai adaptasi terhadap iklim baru.

Para peneliti mengidentifikasi isotop helium ekstraterestrial yang tergabung dalam sedimen dasar laut yang membatu di Swedia selatan, karena debu asteroid. Dalam perjalanannya ke Bumi, diperkaya dengan helium ketika dibombardir oleh angin matahari.

Beberapa ilmuwan mengusulkan bahwa mungkin menempatkan asteroid, seperti satelit di orbit di sekitar Bumi. Sehingga, mereka terus-menerus membebaskan debu halus dan sebagian memblokir sinar matahari. Ini sebuah metode untuk mendinginkan planet di era pemanasan global.

"Studi kami dapat memberikan pemahaman yang lebih rinci, berdasarkan empiris tentang bagaimana ini bekerja, dan ini pada gilirannya dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah simulasi model itu realistis," kata penulis utama makalah itu, Birger Schmitz seorang profesor Geologi di Universitas Lund.

 Tim ilmuwan internasional menemukan bahwa tabrakan di sabuk asteroid 470 juta tahun yang lalu mendiversifikasi kehidupan di Bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini