Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mark Zuckerberg Ditantang Jual WhatsApp dan Instagram, Ini Jawabannya

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 17:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 207 2107357 mark-zuckerberg-ditantang-jual-whatsapp-dan-instagram-ini-jawabannya-BQtXmHIu3E.jpg (Foto: ZDNet)

JAKARTA - Pendiri Facebook dan CEO, Mark Zuckerberg bertemu pada Kamis dengan President Donald Trump dan sejumlah anggota Congress. Pertemuan tersebut terkait langkah Facebook menyelesaikan masalah regulasi dan hukum, yang berpusat di sekitar kompetisi, sensor dan lain-lain, seperti dikutip Sputniknews.

Senator Republik Josh Hawley berbagi tentang apa yang dibicarakan. Hawley mengungkap tweet setelah pertemuannya dengan Zuckerberg bahwa dia "menantangnya untuk melakukan dua hal untuk menunjukkan bahwa Facebook serius tentang bias, privasi, dan persaingan".

Sang senator menyarankan Zuckerberg menjual aplikasi perpesanan WhatsApp dan layanan berbagi foto Instagram. Tantangan ini untuk membuktikan bos Facebook itu serius melindungi privasi data.

Dalam tweet-nya, Hawley mengungkap opsi kedua selain tantangan kepada Mark Zuckerberg untuk menjual WhatsApp dan Instagram. Opsi kedua ini ialah menyerahkan audit pihak ketiga yang independen tentang sensor.

 Pendiri Facebook dan CEO, Mark Zuckerberg bertemu pada Kamis dengan President Donald Trump dan sejumlah anggota Congress.

Baca juga: realme 5, Ponsel Quad Camera Rp1.899.000 dengan Baterai 5.000 mAh Cocok untuk Fotografi

Masih berdasarkan tweet tersebut, Mark menurutnya menjawab tidak untuk kedua opsi tersebut. Dalam sebuah pernyataan Zuckerberg sebagai respon kepada Hawley, "itu bukan ide yang baik".

Akuisisi lusinan struktur baru di bawah payung Facebook telah lama menyulut keprihatinan. Keprihatinan itu terkait kemampuannya untuk tidak hanya memproses data pribadi dalam jumlah besar dengan kebijaksanaan yang cukup, tetapi juga secara efektif menjaga privasi pengguna.

Badan antimonopoli federal dan negara bagian AS sedang menjajaki tindakan anti-persaingan yang berpotensi dilakukan oleh Facebook. Anggota Kongres saat ini bekerja pada undang-undang privasi komprehensif.

Baca juga: Ini Deretan Ponsel Terbaru dengan RAM 8GB di Indonesia

Undang-undang tersebut diharapkan bisa memperkecil monopoli pasar oleh perusahaan seperti Facebook, Google, Amazon, dan Apple serta mencegah mereka memperoleh keuntungan dari data pribadi pengguna.

Facebook dinilai sangat terlibat dalam serangkaian skandal privasi pengguna selama beberapa tahun terakhir. Perusahaan dipertanyakan terkait keseimbangan antara kepentingan pasar perusahaan dengan orang-orang dari audiens klien yang luas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini