Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pecahkan Masalah Global, Indosat Ooredoo Gelar 'Global Goals Jam'

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 54 2107270 pecahkan-masalah-global-indosat-ooredoo-gelar-global-goals-jam-7T7bz0wqaD.jpg (Foto: Ist)

JAKARTA - Indosat Ooredoo menyelenggarakan Global Goals Jam di kantor pusat Indosat Ooredoo Jakarta. Puluhan generasi muda Indonesia dengan berbagai latar belakang mengambil bagian pada rangkaian acara dunia dengan melakukan ideathon (idea marathon) untuk memecahkan 17 permasalahan global sesuai yang tertuang di SDGs (Sustainable Development Goals).

Melalui keterangan resmi yang diterima Okezone, Global Goals Jam merupakan bagian dari program World Industrial Design Day (WIDD) dari World Design Organisation (WDO), lembaga internasional mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang juga diselenggarakan di 85 kota seluruh dunia.

Indosat Ooredoo merasa terhormat menjadi bagian dari program World Industrial Design Day yang bertujuan untuk bersama-sama memecahkan 17 permasalahan global seperti yang tertuang pada SDGs," ujar Director & Chief Innovation and Regulatory Officer Indosat Ooredoo.

Sejalan dengan strategi LEAD perusahaan, memberikan produk dan jasa demi mendapatkan kepercayaan pelanggan, Indosat Ooredoo ingin menjadi bagian dari transformasi sosial di mana perusahaan mengajak para generasi muda untuk mengambil peran pada keadaan sekitar.

 Indosat Ooredoo menyelenggarakan Global Goals Jam di kantor pusat Indosat Ooredoo Jakarta.

Baca juga: Aplikasi Bukalapak Menghilang dari Playstore?

"Kami yakin peran serta generasi muda Indonesia dengan berbagai latar belakang ini mampu melahirkan solusi bersama untuk menjadikan Indonesia dan dunia menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Global Goals Jam didirikan oleh Marco van Hout dan Gijs Gootjes dari Digital Society School (DSS), Boaz Paldi, Simon van Woerden dan Hana Omar dari UNDP dan telah dikembangkan lebih lanjut dan dikoordinasikan oleh Anneke van Woerden (DSS).

Dalam edisi pertama 2016, 17 kota berpartisipasi, pada 2017, diikuti oleh 45 kota, sedangkan pada 2018 diikuti oleh 75 kota. Pada tahun ini telah berkembang menjadi lebih dari 85 kota yang ikut berpartisipasi.

Ribuan peserta telah menggunakan metodologi “design sprint” dan saat ini telah menjadi bagian dari komunitas pembelajaran yang berkembang di sekitar SDGs.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini