Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia dan China Bekerjasama untuk Misi ke Bulan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 23 September 2019 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 21 56 2107729 rusia-dan-china-bekerjasama-untuk-misi-ke-bulan-JBGWOuhZkl.jpg Rover Yuta 2 Milik China (Foto: Space)

JAKARTA-  Pada 1966, Uni Soviet menjadi negara pertama yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di Bulan. Pendaratan tersebut dikenal dengan misi Luna 9, dan berhasil mengirimkan gambar pertama dari permukaan bulan kembali ke Bumi. Negara ini menghabiskan satu dekade menjelajahi permukaan bulan tetapi belum kembali sejak 1976.

Dilansir dari laman Space, Senin (23/9/2019) kali ini Rusia (bekas Uni Soviet) bekerjasama dengan China untuk misi ke Bulan. Seperti diketahui, China juga berhasil mendaratkan pesawat luar angkasa Chang'e 4 dan Yutu 2 di sisi jauh Bulan.

Kemudian, Chang'e 5 diharapkan diluncurkan pada tahun depan. Rencana Rusia berjalan pada jadwal yang berbeda untuk menjelaskan absennya kunjungan bulan ke negara itu. Kepala badan antariksa Roscosmos, Dmitry Rogozin, mengungkapkan akan mengirim pesawat luar angkasa ke Bulan pada 2024 dan kembali pada 2028. Serta berencana untuk penerbangan manusia pada 2029 atau 2030.

 Rusia dan China Bekerjasama untuk Misi ke Bulan

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Hanya Satu Sisi Bulan yang Terlihat dari Bumi

Pada 17 September, Rogozin dan mitranya dari Tiongkok, Zhang Kejian, setuju untuk bekerja sama dalam proyek-proyek misi ke Bulan. Mereka berencana untuk membangun pusat data bersama, dengan satu pos terdepan di masing-masing negara, untuk penelitian bulan dan luar angkasa.

Mereka juga setuju bahwa pendarat China Chang'e 7 dan pengorbit Rusia yang disebut Luna 26 harus bekerja bersama, dengan Luna 26 membantu Chang'e 7 menemukan lokasi pendaratan yang aman. Setiap pesawat ruang angkasa juga dapat membawa instrumen ilmiah dari negara lain, dengan asumsi analisis ilmiah membuktikan bahwa itu akan bermanfaat.

Sejauh ini, Cina memiliki catatan sempurna di Bulan, dimulai dengan misi pada 2007, Chang'e 1. Rusia, di sisi lain, baru-baru ini berjuang dengan program penerbangan luar angkasa untuk manusia , satu-satunya cara astronot saat ini dapat mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Baca Juga: Fenomena Langka 'Bulan Hitam' Bakal Terjadi Pekan Ini

Baca Juga: Video Asli Pendaratan Manusia di Bulan Dilelang Rp35,9 Miliar

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini