Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

12 Hak Pemilik Data Pribadi yang Perlu Anda Tahu

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 11:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 24 207 2108573 12-hak-pemilik-data-pribadi-yang-perlu-anda-tahu-ChvajKYk2R.jpg Ilustrasi RUU Perlindungan Data Pribadi

Perlindungan data pribadi perlu diperkuat dengan undang-undang. Ini karena perlindungan semacam merupakan hak asasi yang dimiliki setiap orang.

Bahkan dalam pasal 28 G ayat (1) UU 1945 disebutkan, setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Demikian disampaikan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc, dalam diskusi bertajuk Masih Adakah Privasi? yang diselenggarakan alumni STF Driyarkara di Hotel Morrissey, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Menurut Semuel setidaknya ada beberapa poin tentang hal para pemilik data pribadi yang perlu diperhatikan. Pertama, pemilik data pribadi berhak minta informasi tentang kejelasan identitas, dasar kepentingan hukum, tujuan permintaan dan penggunaan data pribadi, akuntabilitas pihak yang meminta data pribadi.

Baca Juga : Data Pribadi Kenapa Perlu Dilindungi?

Kedua, pemilik data pribadi berhak melengkapi data pribadinya. Ketiga, pemilik data pribadi berhak mengakses untuk memperoleh salinan. Keempat, pemilik data pribadi berhak membarui, memperbaiki kesalahan atau ketidakakuratan. Kelima, pemilik data pribadi juga berhak mengakhiri pemrosesan, menghapus, memusnahkan data miliknya.

Keenam, pemilik data pribadi berhak menarik kembali persetujuan pemrosesan. Ketujuh, pemilik boleh mengajukan keberatan atas tindakan profiling. Kedelapan, pemilik data boleh memilik pemrosesan secara pseudonym. Kesembilan, pemilik data pribadi berhak menunda atau membatasi pemrosesan.

Kesepuluh, pemilik data pribadi berhak menuntut dan menerima ganti rugi atas pelanggaran. Kesebelas, pemilik data pribadi berhak mendapatkan data pribadi miliknya. Dan Keduabelas, pemilik data pribadi berhak menggunakan dan mengirimkan data pribadi miliknya.

Pertukaran data pribadi di zaman ini sudah bukan lagi barang baru. Mau tidak mau pertukaran data harus terjadi.

"Zaman sekarang, pertukaran data sudah tidak bisa dihindari lagi. Misalnya seorang pasien yang baru ditangani seorang dokter A, lalu ditangani dokter B, di situ harus terjadi pertukaran data," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudiantara di acara yang sama.

Selanjutnya, tugas pemerintahlah yang membuat peraturan agar data pribadi ini digunakan dengan baik serta tidak disalahgunakan. "Pemerintah saat ini sudah menyiapkan undang-undang perlindungan data pribadi. Sebenarnya sudah disiapkan beberapa tahun lalu," ujar Rudiantara.

Keniscayaan ini, menurut Rudiantara makin tidak bisa dihindari ketika kita ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif. Tidak mungkin dalam proses itu, menurut Rudiantara, pertukaran data pribadi tidak terjadi.

Selain peran pemerintah, Rudiantara juga menyebut peran individu untuk menjaga data pribadinya. Kebanyakan masyarakat tidak sadar pentingnya hal ini. Ambil contoh misalnya selama beberapa tahun tidak pernah mengganti password emailnya.

"Kehadiran negara dengan aturan perlindungan data pribadi tetap menuntut upaya dari pribadi untuk juga berupaya menjaga datanya sendiri,"ujar Rudiantara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini