Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ragam Manfaat Teknologi Bendung Modular Temuan Kementerian PUPR

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 14:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 24 207 2108672 ragam-manfaat-teknologi-bendung-modular-temuan-kementerian-pupr-AxxQj9FqhZ.jpg Teknologi Bendung Modular sudah diterapkan di Sungai Gugubali, Pulau Morotai. Foto : Dok. KemenPUPR

Satu teknologi yang dinamakan Bendung Modular dimanfaatkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menaikkan tinggi muka air, salah satunya di Sungai Gugubali di Pulau Morotai. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam laman Instagram (IG)-nya menyebutkan, inovasi teknologi ini bermanfaat untuk daerah terpencil seperti Pulau Morotai.

“Konsep bendung modular memiliki sambungan yang kuat, cukup kedap untuk mengurangi kehilangan air dan strukturnya dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai. Balok yang rusak dapat diganti sesuai bagiannya,”ujar Jokowi seperti dikutip dari akun IG, Selasa (24/9/2019).

Kata Presiden, bendung dan tanggul itu tersusun dari balok warna biru dan kuning selang-seling yang disela-selanya air mengalir dari bendungan di atasnya. Balok-balok biru kuning itu merupakan susunan balok-blok beton tipe pusair yang saling mengikat dan mengunci, membentuk struktur ambang dan pelimpah bendung.

Berat per unit blok beton sekitar 170 kilogram sehingga masih bisa diangkat secara manual oleh 2-3 orang dan tak perlu alat berat. Struktur ini juga sangat bermanfaat untuk pekerjaan konstruksi pada remote area.

Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair) Ditjen SDA Kementerian PUPR dan telah terdaftar secara paten di Direktorat Jenderal (Ditjen) HAKI, Kementerian Hukum dan HAM.

Salah satu peneliti yang turut dalam pengembangan Bendung Modular, James Zulfan. James akan mewakili Indonesia untuk mengikuti kompetisi internasional di Berlin, Jerman pada November 2019. Dia akan bertanding melawan perwakilan dari 100 negara dari seluruh dunia.

Pada 2018, Kementerian PUPR berhasil membangun Bendul Modular di Sungai Gugubali, Desa Tiley, Pulau Morotai dengan lebar kurang lebih 30 meter, untuk mengairi daerah irigasi seluas 300 hektare.

Keunggulan

Beberapa keunggulan jaringan irigasi dengan konsep bendung modular antara lain, sambungan saluran irigasi kuat dan cukup kedap untuk meminimalkan hilangnya air akibat longsor dinding saluran.

Selain itu, struktur dapat beradaptasi dengan perubahan dasar sungai (fleksibel), kerusakan yang terjadi pada bangungan bendung/bangunan pengendali dasar sungai dapat diganti sesuai dengan bagian-bagian yang mengalami depresiasi (modular), strukturnya terbagi-bagi menjadi beberapa segmen (segmental).

Juga dapat meningkatkan aerasi di hilir struktur bending sehingga kualitas air menjadi lebih baik (eco hydraulic), menekan kebutuhan biaya produksi dan menghemat waktu pengerjaan proyek.

“Inovasi dan teknologi diperlukan dalam pembangunan infrastruktur agar jadi lebih baik, cepat dan murah. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur dapat dirasakan generasi mendatang,”ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Minggu (22/9/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini