Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemanasan Bumi, Sejumlah Negara Kepulauan Akan Tenggelam?

Sabtu 28 September 2019 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 27 56 2110171 pemanasan-bumi-sejumlah-negara-kepulauan-akan-tenggelam-DbRPs3xlUA.jpg (Foto: AFP)

JAKARTA - Laporan terbaru IPCC mengungkapkan, mencairnya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan akan meningkatkan permukaan laut lebih dari satu meter menjelang tahun 2100. Ini adalah Lima kali lebih cepat dari yang diperkirakan, seperti dikutip Voaindonesia.

Laporan itu juga memperkirakan berkurangnya kehidupan di lautan, keringnya sungai-sungai dan meningkatnya badai serta angin ribut yang menghantam kawasan-kawasan pantai. Selain itu, diperkirakan sejumlah negara kepulauan akan tenggelam dan tidak bisa dihuni lagi.

Laporan itu membahas dampak perubahan iklim yang disebabkan manusia atas gletser, padang tundra dan lautan.

Kata Ko Barret, wakil ketua IPCC, “Laporan itu mencatat bagaimana lautan berfungsi seperti spons, yang menyerap gas karbon dioksida dan panas, untuk mengatur suhu bumi. Tapi lautan tidak akan bisa terus melakukan hal itu”.

Ko Barret mengatakan hal itu bersama sejumlah rekannya dalam pertemuan di Monaco.

 Laporan terbaru IPCC mengungkapkan, mencairnya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan akan meningkatkan permukaan laut.

Baca juga: Teleskop Luar Angkasa Tangkap Lubang Hitam Raksasa 'Merobek' Bintang

“Secara keseluruhan, perubahan-perubahan ini menunjukkan bagaimana lautan dan kawasan yang diliputi es telah menyerap panas yang disebabkan oleh perubahan iklim sejak puluhan tahun. Dampak yang ditimbulkannya bagi alam dan kehidupan manusia akan sangat luas dan parah," tambahnya.

Ini adalah laporan IPCC yang ketiga dalam satu tahun tentang dampak perubahan iklim. Jutaan orang di seluruh dunia minggu lalu mengadakan aksi mogok untuk memprotes pemanasan Bumi dan menuntut diambilnya tindakan segera.

Konperensi puncak PBB tentang iklim yang diadakan di New York minggu ini dikecam oleh banyak orang sebagai omong kosong.

Pakar iklim Hans-Otto Porter, salah satu penulis laporan itu mengatakan, dalam sejumlah kasus, kerusakan lingkungan itu tidak bisa diperbaiki lagi.

Akan tetapi, menurut pakar iklim Prancis Valerie Masson Delmotte, masih ada harapan, dan kalau semua orang mau bertindak, kerusakan lingkungan itu masih bisa diperbaiki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini