Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puncak Hujan Meteor Orionid Diprediksi Muncul 21-22 Oktober

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Sabtu 05 Oktober 2019 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 56 2112933 puncak-hujan-meteor-orionid-diprediksi-muncul-21-22-oktober-hbxkbEDshr.jpg (Foto: Gizmodo)

JAKARTA - Fenomena hujan meteor akan terjadi lagi. Kali ini giliran hujan meteor Orionid yang muncul setiap tahun di pekan pertama Oktober. Selama periode tertentu, peneliti mungkin bisa mengamati bola api dan 'bintang jatuh' di langit malam.

Dilansir Express, orionid adalah puing orbital dan debu yang tertinggal dalam jejak Komet 1P / Halley. Ketika batu es besar ini meluncur di sekitar tata surya, potongan-potongan lapisan luarnya jatuh.

Peneliti dapat mengamati fenomena ini antara Oktober dan November. Pada periode ini, Bumi akan diterpa dengan jejak orbital dari objek luar angkasa ini.

"Hujan meteor Orionid adalah salah satu hujan meteor yang paling dikenal dan paling dapat diandalkan dalam kalender tahunan, terlihat dari seluruh dunia," kata Royal Observatory Greenwich di London.

 Hujan meteor Orionid muncul setiap tahun di pekan pertama Oktober.

Baca juga: 5 Tips agar Nyaman Bermain Game PC di Laptop Murah

Puing-puing komet menghantam atmosfer dengan kecepatan sekira 41 mil per detik dan terurai menjadi seberkas cahaya terang.

Menurut Royal Observatory, Orionids aktif antara 2 Oktober dan 7 November. Jumlah meteor yang terlihat setiap malam selama waktu ini akan meningkat ketika Bumi mendekati orbit Komet Halley.

Observatory mengatakan bahwa hujan meteor paling baik terlihat pada malam hari antara 16 Oktober dan 27 Oktober. Sedangkan puncak hujan meteor akan terbuka pada malam 21 Oktober hingga 22 Oktober.

Selama masa puncak, kabarnya terdapat hingga 25 meteor akan meledak, dan kemungkinan dapat terlihat melalui pengamatan di Bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini