Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo: Saya Harap Ada Satu Unicorn Lagi Sebelum Akhir Tahun

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 08 207 2114340 menkominfo-saya-harap-ada-satu-unicorn-lagi-sebelum-akhir-tahun-zec2makvJx.jpeg Menkominfo Rudiantara (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Indonesia resmi memiliki lima startup unicorn hingga saat ini. Startup unicorn tersebut seperti Gojek, Bukalapak, Ovo, Tokopedia, dan Traveloka.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara sebelum akhir tahun akan ada satu lagi startup yang mencapai unicorn. Unicorn merupakan perusahaan yang memiliki valuasi senilai lebih dari USD1 miliar.

"Ovo minggu lalu resmi jadi unicorn. Itu kan target kita lima. Saya juga lupa ternyata target kita yang saya sampaikan cuma 3. Tapi karena sudah biasa sebut 5, ya sudah 5 saja alhamdulillah sudah tercapai. Saya berharap sebelum akhir tahun masih ada satu lagi yang menjadi unicorn. Tunggu saja," ungkap Rudiantara saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Sayangnya, Rudiantara belum mau menyebutkan perusahaan mana yang akan menjadi unicorn tersebut.

 Indonesia resmi memiliki lima startup unicorn hingga saat ini.

Baca juga: Samsung Galaxy S11 Bisa Lacak Kalori Makanan dan Alkohol?

"Perusahaan tidak bisa saya sebutkan karena transaksinya bukan oleh pemerintah tapi investor," ungkap dia.

Dia juga berharap supaya startup di Indonesia semakin berkembang ke depannya. Pasalnya masih banyak tantangan untuk startup yang baru berkembang, bahkan dia menyebutkan lebih banyak gagalnya.

"Lebih banyak gagalnya daripada yang berhasil kenapa karena banyak startup di Indonesia yang startup-startupan. Tapi tidak apa-apa, karena itu untuk belajar," kata dia.

 Indonesia resmi memiliki lima startup unicorn hingga saat ini.

Baca juga: Segera Meluncur, Intip 3 Fitur Baru WhatsApp

Tantangan bagi startup yang berkembang menurutnya, kebanyakan dari mereka lupa dengan kebutuhan market. "Ada tidak pasarnya, butuh sekian besar tidak pasarnya," kata Rudiantara.

Pemerintah mendukung startup dengan membuat program 1.000 startup. (ahl) 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini