Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Temukan Polusi Udara Jadi Penyebab Rambut Rontok

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 10 56 2115075 penelitian-temukan-polusi-udara-jadi-penyebab-rambut-rontok-UagSm5rQan.jpg Polusi Udara (Foto: Medical Daily)

JAKARTA- Para peneliti baru-baru ini mengungkapkan alasan mengejutkan tentang rambut rontok. Menurut studi peneliti, paparan polusi udara mampu membuat masalah pada kulit kepala yang menyebabkan rambut rontok.

Dilansir dari laman Medical Daily, Kamis (10/10/2019) studi tersebut menunjukan bahwa polusi udara dapat mempengaruhi protein penting yang mendukung pertumbuhan rambut. Polutan ini umumnya berasal dari bahan seperti semen, keramik, dan batu bata.

Para peneliti mengumpulkan berbagai konsentrasi debu dan partikel diesel. Tim kemudian mengekspos sel-sel dari kulit kepala manusia dalam polusi udara selama 24 jam.

Setelah paparan, para peneliti memeriksa sel untuk melihat protein spesifik. Mereka menemukan bahwa partikel debu dan diesel mengurangi kadar β-catenin, protein yang bekerja untuk mendorong pertumbuhan rambut dan morfogenesis.

Kualitas udara yang buruk juga memengaruhi tiga protein lain, yang disebut cyclin D1, cyclin E dan CDK2, yang juga mendukung pertumbuhan dan retensi rambut. Para peneliti mengatakan semakin lama sel terpapar polusi, semakin mereka menurunkan kadar protein esensial.

Polusi Udara Sebabkan Rambut Rontok

Baca Juga: Analis Ungkap iPad Pro hingga iPhone 5G Meluncur di 2020

"Penelitian kami menjelaskan mode aksi polutan udara pada sel papilla dermal folikel manusia, menunjukkan bagaimana polusi udara paling umum menyebabkan kerontokan rambut," kata Hyuk Chul Kwon, peneliti utama dari Future Science Research Center di Republik Korea.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa polusi udara ini dapat berkontribusi pada sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, kanker dan masalah pernapasan. Polusi udara telah dikaitkan dengan 4,2 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.

Di Amerika, perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari 141 juta orang tinggal di daerah dengan udara yang tercemar antara 2015 dan 2017. Meskipun semakin banyak populasi yang terkena dampak, para peneliti mengatakan komunitas ilmiah masih kekurangan informasi tentang bagaimana kualitas udara yang buruk dapat merusak kulit dan rambut.

“Sementara hubungan antara polusi udara dan penyakit serius seperti kanker sudah mapan, ada sedikit bahkan hampir tidak ada penelitian tentang efek dari paparan bahan tertentu pada kulit manusia dan rambut khususnya, "Kata Hyuk.

Baca Juga: Antisipasi Pesta Belanja Online 10.10, Perhatikan 4 Hal Ini

Baca Juga: Google Kembangkan Pixel 5G, Kapan Meluncur?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini