Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astronom Temukan 20 Bulan Baru di Sekitar Planet Saturnus

Rais Erizam, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2019 06:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 56 2115150 astronom-temukan-20-bulan-baru-di-sekitar-planet-saturnus-Cyf4d5ibgn.jpg (Foto: The Atlantic)

JAKARTA - Para astronom menemukan 20 bulan baru di sekitar planet Saturnus. Dilansir dari Cnn.com, menurut International Astronomical Union's Minor Planet Center, Saturnus memiliki 82 bulan yang sudah dikenal, sedangkan Jupiter hanya memiliki 79 bulan.

Bulan-bulan yang baru ditemukan memiliki ukuran yang sama dan membentang sejauh tiga mil. Namun, 17 dari 20 bulan memiliki orbit retrograde Saturnus, yang artinya mereka pada dasarnya mengorbit mundur dari planet dan bulan-bulan lainnya.

Untuk menemukan bulan baru tersebut, seorang astronom bernama Scott Sheppard dan timnya menggunakan teleskop Subaru yang ditempatkan di Hawaii. Pada tahun lalu, Sheppard beserta timnya berhasil menemukan 12 bulan baru di sekitar Jupiter.

"Menggunakan beberapa teleskop terbesar di dunia, kami sekarang menyelesaikan inventarisasi bulan-bulan kecil di sekitar planet-planet raksasa," ucap Sheppard. "

 Para astronom menemukan 20 bulan baru di sekitar planet Saturnus.

Baca juga: Analis Ungkap iPad Pro hingga iPhone 5G Meluncur di 2020

"Mereka memainkan peran penting dalam membantu kami menentukan bagaimana planet Tata Surya kita terbentuk dan berevolusi," tambahnya.

Bulan baru ini dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori berdasarkan sudut orbitnya. Bagian yang paling terluar, termasuk dua bulan prograde, memiliki kemiringan pada 46 derajat.

Salah satu bulan prograde memiliki sudut 36 derajat mirip dengan bulan prograde lainnya yang dekat dengan saturnus. "Pada masa muda Tata Surya, Matahari dikelilingi oleh piringan gas dan debu yang berputar dari mana planet-planet dilahirkan. Dipercaya bahwa piringan gas dan debu yang serupa mengelilingi Saturnus selama pembentukannya," kata Sheppard.

"Fakta bahwa bulan yang baru ditemukan ini mampu melanjutkan mengorbit Saturnus setelah bulan induknya pecah menunjukkan bahwa tabrakan ini terjadi setelah proses pembentukan planet sebagian besar selesai dan cakram tidak lagi menjadi faktor," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini