Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Palapa Ring Diharapkan Dukung Layanan Data dan Wirausaha di Papua

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 10:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 54 2117326 palapa-ring-diharapkan-dukung-layanan-data-dan-wirausaha-di-papua-YIBVhs3QSZ.jpg (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Paket Palapa Ring Timur dijadwalkan selesai pada kuartal kedua 2019, namun baru selesai pada akhir Agustus 2019. Saat peresmian Palapa Ring, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa wilayah Timur memiliki wilayah geografis yang berbeda.

Sehingga, ada tantangan tersendiri untuk menyelesaikan proyek Palapa Ring di wilayah Timur. Meskipun demikian, ia berharap bahwa proyek ini mampu menghilangkan kesenjangan sinyal di wilayah timur Indonesia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jayawijaya, Isak S.F Sawaki berharap bahwa proyek Palapa Ring ini mampu mendukung kebutuhan masyarakat untuk layanan data dan mendukung usaha-usaha di Papua. Isak juga bercerita bahwa layanan data internet di Papua memang masih belum stabil.

"Walaupun yang ditampilkan itu 4G (jaringan di handphone), akan tetapi layanannya bukan 4G seperti 2G (lambat). Sebelumnya terutama masyarakat pun terus bertanya-tanya kapan proyek Palapa Ring ini mulai beroperasi. Bersyukur saat ini sudah diresmikan," kata Isak dalam acara Forum Merdeka Barat 9 dengan tema "Menghitung Dampak Palapa Ring" di kantor Kominfo, Selasa (15/10/2019).

"Walaupun Papua dikatakan lebih cepat menikmati Matahari, akan tetapi lebih lambat menikmati semuanya. Jadi, harus lebih cepat menikmati," imbuh dia.

 Palapa Ring diharapkan mampu menghilangkan kesenjangan sinyal di wilayah timur Indonesia.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara

Isak mengungkapkan bahwa layanan internet telah membantu masyarakat Papua sekarang ini. "Kalau bapak ibu yang pernah ke Papua, mamak-mamak di pasar duduk dengan handphone untuk mendapatkan apa yang mereka jual itu order dengan handphone. Selain itu, pemuda yang selama ini pulang dari kuliah sudah berpikir untuk memanfaatkan layanan operator. Dengan adanya Palapa Ring ini berharap internet untuk berwirausaha sendiri," kata Isak.

Lebih lanjut, Isak juga berharap adanya tarif satu harga dengan penetapan e-catalog yang jelas dari masing-masing operator yang akan menggunakan atau memanfaatkan Palapa Ring ini. Sehingga, lanjut dia, ini menjadi acuan dalam menentukan berapa kapasitas yang akan digunakan khusus masing-masing daerah yang ada khususnya di Papua.

"Untuk pengamanan layanan jaringan ini, dengan sistem back up mengharapkan nanti semoga antara kementerian Kominfo BAKTI dan operator yang beroperasi di Papua, supaya lebih meningkatkan terutama sistem back up itu Palapa Ring dan fiber optik yang sudah dibangun oleh pihak Telkomsel sehingga untuk menghindari adanya hambatan-hambatan terutama yang terkait dengan permasalahan putus kabel dan lain-lain, itu bisa diatasi secepatnya sehingga tidak mungkin ada masa renggang dalam hal pemanfaatan internet kita di Papua," imbuh dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini