Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Unsur Rasis Sudutkan Warga Aceh dan Melayu, Ini Jawaban Google

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 12:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 16 207 2117614 ada-unsur-rasis-sudutkan-warga-aceh-dan-melayu-ini-jawaban-google-JnQ42xTs1B.jpg Ilustrasi Google Translate (Foto: Business Insider)

JAKARTA- Google mengungkapkan bahwa ada kesalahan terjemahan pada layanan Google Translate miliknya. Hal tersebut diungkapkna Google setelah melihat surat protes yang dilayangkan Haekal Afifa asal Aceh. Ia menemukan beberapa unsur diskiriminasi terhadap suku Aceh dan Melayu di Google Translate.

"Kami telah menyadari bahwa ada kesalahan terjemahan di Google Translate dan kami meminta maaf kepada siapa saja yang mungkin merasa tidak nyaman oleh terjemahan ini,” kata Feliciana Wienathan, Communication Manager Google Indonesia kepada Okezone, Rabu (16/10/2019).

Feliciana juga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang meneliti hal ini dan mengerjakan perbaikan segera.

Warga Aceh Layangkan Protes Setelah Temukan Unsur Diskriminasi di Google Translate

Warga Aceh Layangkan Protes Setelah Temukan Unsur Diskriminasi di Google Translate

Sumber: Screnshoot Google Translate

Baca Juga: Palapa Ring Digelar, BAKTI Berharap Tarif Layanan Data Lebih Murah

Sebelumnya, Haekal Afifa bersama Forum Masyarakat Melayu dan Aceh menemukan adanya tindak diskriminatif terhadap suku Aceh pada layanan Google Translate. Dari surat tersebut disebutkan bahwa sejumlah pengertian dalam google translate telah merendakan suku Aceh dan Melayu. Bahkan beberapa frasa yang mengandung Aceh dan Melayu diterjemahkan menjadi umpatan. Seperti frasa 'anak aceh' dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu jika diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi ‘son of a bitch’ atau 'dasar bajingan'.

"Saya diberi tahu oleh teman-teman Melayu Medan sekitar dua minggu yang lalu. Kita sudah mencoba track apakah ada kegagalan sistem atau dari sistem algoritmnya. Tapi ketika sedang track kita tidak menemukan menurut kita kalau itu memang sistem. Kita melihat itu ada unsur kesengajaan," kata Haekal kepada Okezone, Rabu (16/10/2019).

Lebih lanjut dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tahu bahwa Google Translate memang terbuka, yang artinya dapat diisi oleh kontibutor dan volunteer.

Warga Aceh Layangkan Protes Setelah Temukan Unsur Diskriminasi di Google Translate

Baca Juga: Palapa Ring Diharapkan Dukung Layanan Data dan Wirausaha di Papua

"Masalahnya kan kita tidak tahu ini siapa. Sehingga kita melalukan protesnya ke Google. Berbeda dengan produk lauyanana mereka seperti search engine , disana kan siapa saja bisa meng-upload dan kita tahu itu siapa. Sehingga kita bisa protes ke website atau siapa yang melakukan diskriminasi," jelas dia.

Haekal berharap pihak Google akan memberikan jawaban atas kasus tersebut.

“Kalau ada pihak komunitas yang menginput mohon ditindak dan jangan diberi ruang untuk mereka, kepada siapapun tidak hanya orang Aceh atau Melayu. Kalau ini dibiarkan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang tidak terlalu paham teknologi. Takutnya nanti bias, apalagi pasca Papua kemarin," ungkap dia.

"Kalau tetap dibiarkan seperti ini, Google seperti memberi ruang bisa berpotensi memcahkan. dan kita tidak mau," imbuh Haekal.

 Warga Aceh Layangkan Protes Setelah Temukan Unsur Diskriminasi di Google Translate

Baca Juga: Google Indonesia Dukung Wanita Jadi Pemimpin di Banyak Sektor

Baca Juga: Temukan Unsur Diskriminasi di Google Translate, Warga Aceh Layangkan Protes

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini