Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo Johnny Ingin Indonesia Punya Startup Hectocorn

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 24 54 2121188 menkominfo-johnny-ingin-indonesia-punya-startup-hectocorn-cI4IM4Yrd3.jpg (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan bahwa dirinya ingin memiliki startup yang nilai valuasinya lebih dari pencapaian saat ini.

Seperti diketahui, Go-Jek salah satu startup yang mencapai prestasi decacorn, yakni memiliki nilai valuasi menembus angka USD10 miliar atau sekira Rp140 triliun. Sementara startup dengan nilai valuasi USD100 miliar berarti mencapai hectocorn, dan ini yang diinginkan oleh Menkominfo Johnny.

"Kalau bisa, kita punya startup 100 miliar dollar (AS). Yang pasti, kemudahan, peran regulator adalah menjadi juga fasilitator untuk mempercepat kesempatan-kesempatan, khususnya di digital ekonomi ini. Itu menjadi tempat selancarnya milenial," jelas Menkominfo saat acara serah terima jabatan di Ruang Anantakupa, Kominfo di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Sekadar informasi, saat ini Indonesia memiliki empat unicorn, yakni Bukalapak, OVO, Tokopedia dan Traveloka. Sementara startup decacorn diraih oleh Gojek.

 Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan bahwa dirinya ingin memiliki startup yang nilai valuasinya lebih dari pencapaian saat ini.

Baca juga: Johnny G Plate Jadi Menkominfo di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin

Menurut Menkominfo Johnny, digitalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. "Tidak boleh terlambat dibanding dengan bangsa-bangsa lain," ujarnya.

"Karenanya kita harus menghubungkan diri kita, menghubungkan bangsa kita dengan bangsa-bangsa lain di dunia ini. Bapak presiden mengingatkan, yang dibutuhkan itu adalah, ASN hebat-hebat yang ada di Kominfo ini, untuk mempermudah hal-hal yang sulit, bukan untuk mempersulit hal-hal yang mudah," katanya.

"Saya hadir di sini, duduk bersama kita sekalian, untuk mempermudah yang sulit-sulit itu. Untuk mengurai benang kusut, agar akselerasi pembangunan negara, pembangunan bangsa kita, sebagaimana yang kita cita-cita kan bersama, yang disampaikan Bapak Presiden," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini